Pontianak, reportasenews.com – Jelang sore mendekati waktu berbuka puasa adalah waktu terbaik menikmati pesona Sungai Kapuas, kota Pontianak. Karena selain cuaca tidak terlalu panas, keindahan senja dapat dilihat dengan baik saat cuaca cerah. Beruntung hari ini (Minggu, 26/05/2019), cuaca cerah menyertai perjalanan saya menelusuri Sungai Kapuas dengan Kapal Wisata yang selalu bersandar di Taman Alun Kapuas.
Perjalanan menggunakan kapal wisata tidak terlalu lama, hanya kurang lebih 35 menit namun anda yang menjadi penumpang di kapal wisata ini tak hanya keindahan spot wisatanya namun juga menikmati sajian kuliner di atas kapal ini selama perjalanan, karena kapal wisata ini didesain khusus seperti Cafe atau warung kopi terapung.
Ngabuburit penuh pesona dan kenangan dengan menelusuri sungai Terpanjang di Indonesia, Sungai Kapuas. Ibarat pepatah, sekali minum air Kapuas bila jauh pun perginya, akan kembali ke kota Pontianak.
Kota Pontianak yang ikonik dengan tugu khatulistiwa nya ini tetap menjaga tradisi adat istiadat Melayu yang sangat kental.
Selain itu, ramah penduduknya menyapa dan menyambut mereka yang datang apalagi kota Pontianak terdapat ribuan warung kopi yang menyajikan beragam kopi yang enak dan tentu jajanan yang khas yang juga tak kalah enak. Meski memiliki udara yang panas, namun saat sore hari udara masih dapat dihirup dengan segar.
Suasana ini dapat dilakukannya dengan beraktivitas diluar rumah dengan mengunjungi beragam spot wisata salah satunya Taman Alun Kapuas. Taman Alun Kapuas ini tepat berada di balai Kota Kantor Walikota Pontianak dan saling berhadapan.
Di Taman Alun Kapuas, pengunjung dapat menikmati udara segar dari pepohonan yang lebat di taman atau melanjutkan keliling dengan kapal Wisata
Dengan keliling menelusuri Kapal Wisata, pengunjung dimanjakan dengan kehidupan masyarakat Pontianak di tepian Sungak Kapuas, dari aktivitas seharian seperti mandi dan mencuci.
Namun ada wahana baru yang dapat di lihat dari Sungai Kapuas ini adalah Water front city yang juga panjang menghubungkan kampung yang berada di tepian sungai Kapuas.

Penataan water front city ini terbilang apik dan modern, sehingga hampir tiap sore selalu banyak pengunjung lokal yang menghabiskan waktunya menikmati pesona senja di Sungai Kapuas dari sekedar berjalan kaki dengan teman sejiwa ataupun bersepeda mengelilingi water front city.
Selain water front city, ada banyak spot yang dapat dijumpai selama dalam perjalanan menggunakan kapal wisata. Dimulai dari taman alun Kapuas, dermaga penyeberangan kapal Ferry, masjid Jami, kampung beting, pasar Kapuas besar, pelabuhan tertua di Pontianak Seng Hie, dermaga Kapuas, tempatnya bersandarnya Kapal Bandong, kampung Kamboja, jembatan tol Kapuas satu, kampung Haji Mursyid, dan melihat dan mendengar dentuman meriam karbit yang berjejer rapi di sepanjang tepian Kapuas
“Setiap penumpang kapal wisata ini dikenai biaya tarif untuk orang Dewasa Rp 15. 000 dan anak-anak-anak Rp 10.000 untuk sekali rute yang dilalui,” kata Andut, salah satu pengelola kapal wisata ini
Makanan bisa diperoleh dengan membeli langsung di kapal wisata yang menyediakan makanan dan minuman dengan pilihan sesuai selera namun rata-rata makanan yang dijual adalah makanan kemasan. Namun penumpang kapal wisata bisa menyiapkan makanan dan minuman dari rumah atau membelinya membeli makanan dan minuman dari luar sesuai selera dan menyantapnya di kapal wisata sambil menikmati sensasi perjalanan dengan kapal wisata menelusuri Sungai Kapuas yang kini lebih tertata rapi. (das)

