Pedagang Warung Musiman di Banyumas Berharap Berkah Arus Mudik Lebaran 2026
- calendar_month 21 menit yang lalu
- print Cetak

Sejumlah warga mendirikan warung musiman di jalur arus mudik di kawasan Ajibarang, Jawa Tengah, Minggu (15/3/2026) foto.Kus.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyumas, ReportaseNews — Menjelang arus mudik Lebaran 2026, sejumlah warga mulai mendirikan warung musiman di sepanjang jalur utama yang dilalui pemudik. Salah satunya terlihat di kawasan lingkar SPBU Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Warung sederhana berupa tenda itu menjadi tempat usaha Yono, seorang pedagang yang kembali membuka warung musiman untuk melayani para pemudik yang melintas di jalur tengah penghubung Jakarta menuju Purwokerto.
Dengan modal kecil, Yono menjajakan berbagai menu sederhana seperti kopi, nasi rames, dan soto. Warung tersebut ditujukan bagi para pemudik, khususnya pengendara sepeda motor, yang membutuhkan tempat singgah untuk beristirahat sekaligus makan di perjalanan.
Menurut Yono, warung musiman seperti miliknya selalu didirikan setiap menjelang arus mudik Lebaran. Jika kondisi ramai, warungnya bahkan bisa buka hingga 24 jam. Namun jika sepi, biasanya ia menutup warung sekitar pukul 00.00 malam.
Ia mengaku kondisi usaha saat ini jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada awal tahun 2000-an, pendapatannya dari warung musiman bisa mencapai hingga Rp2 juta per hari. Namun saat ini, penghasilannya hanya berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari.
Pembeli yang datang umumnya pengendara sepeda motor dari arah Yogyakarta menuju Kebumen dan Gombong. Namun jumlahnya kini tidak sebanyak dulu.
Menurunnya jumlah pembeli diduga karena perubahan kebiasaan masyarakat dalam bepergian. Banyak pengguna jalan yang sebelumnya menggunakan sepeda motor kini beralih menggunakan mobil, sehingga lebih jarang berhenti di warung kecil di pinggir jalan.
Meski demikian, para pedagang tetap berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat membawa lebih banyak pembeli, sehingga warung musiman yang mereka dirikan kembali ramai seperti pada tahun-tahun sebelumnya. (Kus/RN-04)
- Penulis: Didik



Saat ini belum ada komentar