Kedalaman Skuad Juga Modal Kuat
Substitute untuk Andik, Lerby atau Evan, selalu Zulham Zamrun dan Ferdinand Sinaga. Masuknya kedua pemain ini pada partai kontra Singapura terbukti sangat efektif. Zulham dan Ferdinand mampu berkombinasi dengan Boaz, saling membuka ruang saat salah seorang rekannya sedang pegang bola, atau melakukan dribble dengan arah yang bikin bingung lawan.
Coach Alfred Riedl sangat cerdas! Dia ternyata telah menyiapkan formula dan strategi pergantian pemain yang memberi efek berbeda, bahkan, sangat mengejutkan lawan.
Di lini tengah, starter Timnas awalnya adalah pasangan Stefano Lilipaly-Evan Dimas. Namun, pada laga yang menentukan kontra Singapura itu kembali Riedl menunjukkan kapasitasnya sebagai jago strategi yang jeli dengan memainkan Bayu Pradana sebagai starter bersama Stefano Lilipaly di tengah, sedangkan Evan Dimas diminta bermain lebih ke depan mendampingi striker Boaz Solossa yang merangkap kapten Timnas.
Selama babak pertama, kombinasi ini memang tak menghasilkan tekanan hebat yang konstan terhadap lawan, tak pula supply umpan matang bagi Boaz Solossa. Tapi, minimal Indonesia tidak didikte lawan di lapangan tengah.
Barulah, pada saat lawan mulai mengalami kelelahan, Coach Riedl menurunkan super subs andalannya Zulham Zamrun dan Ferdinand Sinaga, hampir berbarengan. Tak ayal kecepatan, dribble, dan agility keduanya langsung memporakporandakan pertahanan lawan.
Sesungguhnya, dengan materi pemain-pemain seperti ini, banyak opsi kombinasi serangan yang bisa diterapkan Timnas. Apalagi mereka semua tengah on-fire.

