Australia, reportasenews.com: PM Australia, Malcom Turnbull menolak anggapan bahwa negaranya akan berhutang kepada AS jika memaksakan kesepakatan pengungsi yang sudah disetujui dijaman Obama dan harus dieksekusi Trump yakni pertukaran pengungsi

Seperti diberitakan sebelumnya oleh reportasenews.com, Trump dan Turnbull sempat cekcok adu mulut ditelpon minggu lalu. Pembicaraan telpon dua negara yang sedianya dijatahkan sekitar satu jam mendadak terputus singkat karena Trump sangat berang dengan perjanjian bahwa AS harus menerima 1250 pengungsi di Pulau Manus dan Nauru “kiriman” dari Australia.

Trump sebut kesepakatan antar Australia dan Obama waktu itu sebagai “perjanjian bodoh”. Tidak hanya itu, Trump berang menuduh Australia berniat mengekspor para calon teroris yang akan membuat bom susulan seperti peristiwa Boston Maraton dimasa depan.

Turnbull mengatakan bahwa posisi Australia tidak akan terikat jeratan hutang budi dengan AS. Dia menyebutkan dirinya tidak “quid pro quo” atas kesepakatan pengungsi dengan AS. “Quid pro quo” artinya adalah praktek transaksional, “something for something”, “this for that”, saling bertukar untuk kepentingan yang disepakati bersama.

“Ini kesepakatan, jelas bahwa Presiden Trump mengatakan dia tidak suka itu tetapi ia telah berkomitmen untuk menghormati itu,” kata Mr Turnbull kepada jurnalis veteran Laurie Oakes selama wawancara di Nine Network 60 Minutes pada hari Minggu.

Oakes kemudian bertanya kepada PM Turnbull apakah ini akan membuat Australia berhutang budi kepada pemerintahan Trump jika berusaha untuk memulai operasi militer Timur Tengah yang lain, atau untuk bertindak melawan China di Laut China Selatan.

“Kami menilai semua bantuan militer atas jasa baik mereka dan tidak ada hubungan sama sekali antara pengaturan yang berkaitan dengan pemukiman kembali pengungsi dan hal tersebut,” kata Turnbull. (HSG/ SMH)