PMJ dan Bareskrim Polri Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana Pensiunan JICT
- calendar_month 41 menit yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bekasi, ReportaseNews – Tim gabungan kepolisian masih mendalami dugaan pembunuhan berencana Ermanto Usman (65), seorang pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT), di kediamannya di Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026) lalu.
Kepolisian tidak hanya mendalami dugaan perampokan, tetapi juga membuka peluang adanya unsur pembunuhan berencana dalam kasus yang menimpa pengamat pelabuhan tersebut. Penyelidikan intensif tengah dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur kepolisian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya berkomitmen mengusut tuntas peristiwa ini dengan mempertimbangkan seluruh kemungkinan motif, termasuk kemungkinan adanya perencanaan sebelum eksekusi terjadi.
“Masih didalami, semua informasi segera diperlukan untuk membantu penyelidik,” ujar Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Sementara Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota AKP Suparyono mengungkapkan, penyidikan kini tidak lagi dilakukan secara mandiri oleh tingkat wilayah, melainkan melibatkan kekuatan penuh dari tingkat pusat hingga daerah.
“Ya sementara tim gabungan dari Bareskrim, Polda, dan Polres, Polsek Pondok Gede, masih melakukan penyelidikan, ya,” kata AKP Suparyono.
Kasus yang menimpa Ermanto kian menyita perhatian publik mengingat posisinya sebagai Ketua Paguyuban Pensiunan Karyawan JICT. Korban dikenal vokal dalam menyuarakan dugaan praktik korupsi terkait pengelolaan pelabuhan, bahkan sempat membawa temuan tersebut ke meja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Terkait situasi yang makin genting ini, pihak keluarga korban dikabarkan mengajukan permohonan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Peristiwa tragis itu bermula saat anak korban curiga, karena kedua orangtuanya tidak kunjung terbangun untuk sahur. Kecurigaan sang anak memuncak ketika mendapati kondisi rumah dalam keadaan gelap dan sunyi pada pukul 04.00 WIB.
Meski sempat mendengar suara sang ibu, anak korban mendapati pintu kamar dalam keadaan rusak dan terkunci dari dalam. Saat berhasil masuk, dia mendapati ayahnya sudah meninggal dunia. Sementara ibunya mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, pelaku diduga sempat mengambil sejumlah barang berharga milik korban, seperti gelang emas dan dua kunci mobil. Namun, penyidik terus mendalami apakah hilangnya barang-barang tersebut merupakan motif utama atau sekadar pengalihan dari motif sebenarnya terkait peran korban dalam mengungkap kasus korupsi pelabuhan. (RN-01)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar