Polda Metro Jaya Ingatkan Pemudik Motor ‘Gembolan’, Ini Risikonya!
- calendar_month 31 menit yang lalu
- print Cetak

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin mengingatkan pemudik motor agar tidak membawa barang berlebihan saat mudik. Barang “gembolan” dinilai berbahaya bagi pengendara dan pengguna jalan lain. (Foto: RN/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Polri mengingatkan masyarakat yang hendak mudik menggunakan sepeda motor agar tidak membawa barang secara berlebihan atau dikenal dengan istilah ‘gembolan’. Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin mengatakan, fenomena pemudik motor yang membawa barang dalam jumlah banyak masih sering ditemukan setiap musim mudik.
“Biasanya kita lihat mudik menggunakan sepeda motor itu gembolan-nya terlalu banyak. Ada di depan, belum lagi anak-anaknya dan lain sebagainya,” kata Komarudin kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (13/3/2026).
Menurut Komarudin, membawa barang berlebihan tidak hanya membuat perjalanan menjadi tidak nyaman, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan apabila barang yang dibawa terjatuh di jalan.
“Ini selain tidak nyaman, juga membahayakan keselamatan dirinya sendiri dan pengguna jalan lain kalau gembolan-nya jatuh ataupun barang bawaannya tidak kuat,” ujarnya.
Karena itu, polisi mendorong masyarakat memanfaatkan berbagai program mudik gratis yang disediakan oleh pemerintah maupun instansi lainnya.
“Upayakan bisa menggunakan program mudik gratis yang dikeluarkan oleh berbagai instansi, dari pemerintah daerah, dari instansi kementerian dan lain sebagainya. Banyak sekali, ratusan ribu slot tersedia,” kata Komarudin.
Namun, apabila masyarakat terpaksa tetap menggunakan sepeda motor untuk mudik, Komarudin menegaskan agar faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama selama perjalanan.
“Kalaupun memang harus sangat terpaksa sekali, perhatikan keselamatan. Keselamatan ini bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga keselamatan pengguna jalan lain,” ujarnya.
Selain itu, pemudik juga diminta memanfaatkan pos-pos pengamanan yang telah disiagakan di sepanjang jalur mudik untuk beristirahat maupun merapikan barang bawaan.
Komarudin menyebut lebih dari 100 pos telah disiapkan untuk membantu para pemudik selama perjalanan.
“Masyarakat bisa memanfaatkan pos-pos yang tergelar di seluruh wilayah kami, walau hanya sekadar istirahat atau merapikan barang-barang bawaannya,” katanya.
Ia menambahkan, polisi akan mengutamakan pendekatan persuasif jika menemukan pengendara yang membawa barang berlebihan.
“Penegakan hukum adalah langkah paling akhir. Kami lebih mengedepankan pola-pola preemtif dan preventif,” ujar Komarudin. (RN-07)
- Penulis: Tama


Saat ini belum ada komentar