Jayapura, reportasenews.com – Kepala Kepolisian Resor Merauke AKBP Bahara Marpaung, SH bersama unsur Forkopimda Kabupaten Merauke, tokoh-tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh masyarakat Merauke melaksanakan kegiatan Coffee Morning pasca berakhirnya Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua tahun 2018 di Kabupaten Merauke bertempat di aula Rastra samara Mapolres Merauke. Pagi tadi.
Dalam arahannya Kapolres Merauke menekankan beberapa hal diantaranya Pilkada telah selesai dan sukses melaknsana Pilgub di Merauke dan sekitarnya, dan sampai saat ini Situasi Kamtibmas sangat kondusif tidak terjadi hal yang meninojol yang dapat merugikan kita sendiri, pelaksanaan pIlkada sampai saat ini sudah selesai dan berjalan lancar aman tertib demokratis dan bermartabat,”ungkap AKBP Bahara Marpaung, SH dengan tegas.
,”Saya bersyukur dan berterima kasih kepda seluruh elemen masyarakat,  penyelenggara,  unsur TNI dan Polri serta Forkopimda Kabupaten Merauke yang dapat mensukseskan pelaksanaan Pilkada Gubernur dan wakil Gubernur Provinsi Papua tahun 2018 di Kabupaten Merauke dapat berjalan dengan aman dan kondusif.
Dikatakan Untuk puncak tanggal 8 Juli jam 21 00 telah di laksanakn pleno di Gren abe jayapura, pleno kabupaten Meruake berjalan lancar, langkah ini di lakukan atas kerjasama yang baik oleh semua pihak di dalam meaksnakan tahapan pilkada,” Tepat tanggal 27 Juni di lakukan pemungutan suaran hingga pleno dari tingkat PPS, PPD dan Distrik hingga tingkat Kabupaten.
Kami berangkat ke jayapura hingga di kawal dan semua berjalan dengan aman dan tertib. Tanggung jawab sudah selesai. Baik aparat TNI Polri maupun seluruh elemen masyarakat di Merauke
Langkah- mulia dari rapat kordinasi dengan Panwas, KPU karena sukses pilkada tergantung dengan penyelenggara.,  ungkapnya.
Polres juga melaksanakan apel gelar pasukan, Latpraops, apel pergersarn pasukan dna skmulasi pengamanan di TPS hingga doa bersama, ada kendala terkait formulir C6, namun masalah bisa di atasi karena keterlambatan dari Makasar yang belum di cetak,pungkasnya.
Pada kesempatan itu pula Kepala BIN Daerah Papua Brigjen TNI Abdul Haris Napoleon dikatakan dalam sambutannya menyampaikan bahwa di Meruake paling aman merupakan suatu kabupaten yang memiliki toleransi sangat tinggi sehingga orang sulit untuk menggoyang Merauke berbeda dengan daerah yang yang kadang sering di plintir sehingga sering terjadi masalah,ungkapnya.
Lanjut dikatakan Korban puncak jaya, tolikara karena mereka menganggap kemenangan Pilkada kemenangan dari sukunya sehingga di manfaatkan oleh oknum untuk meminta dukungan dan harus menjadi evaluasi kita bersama wilayah Papua menutut pengamat politik lebig tepat oemilihan melalui DPRD atau DPRP sebelum di amandemen, Pilkada di Papua sangat mahal dan sengat memakan biaya, ungkapnya
Kegiatan ikuti sekitar 150 orang, kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan, dan masukan dari para peserta Forkopimda,  dan semua elemen masyarakat yang turut hadir untuk kedepannya menghadapi Pileg dan Pilpres tahun 2019. ( riy )