Spanyol, repotasenews.com – Seorang anak ABG menuntut ibunya ke pengadilan setempat. Tuduhannya lumayan aneh, yakni sang Ibu merampas ponselnya dan melarang anak remaja tanggung ini terus asik dengan ponsel.
Hakim memutuskan bahwa ibunya berhak dan boleh melakukan itu. Sikap ibunya dibenarkan oleh Undang Undang demi menjafa anaknya.
Menurut sebuah laporan dari jaringan berita Eropa “The Local”, seorang ABG tanggung 15 tahun baru-baru ini menggugat ibunya setelah dia mengambil teleponnya untuk mencoba dan mengajaknya belajar. Remaja tersebut menuduh ibunya melakukan “penganiayaan,” tapi hakim tidak mempercayai argumen anak kencur itu.
Hakim yang mendengar kasus di Pengadilan Negeri nomor 1 di Almeria, Spanyol memihak sang ibu, kabarnya memutuskan bahwa dia “mengambil tindakan yang benar ‘sebagai orang tua yang bertanggung jawab.”
“Dia tidak akan menjadi ibu yang bertanggung jawab jika dia membiarkan anaknya terganggu oleh telepon genggam dan gagal untuk belajar,” kata pengadilan yang dikeluarkan oleh hakim Luis Columna.
Hakim kemudian mengatakan bahwa ibunya tidak hanya menjalankan haknya sebagai orang tua yang baik, tapi tindakannya “hampir diwajibkan oleh undang-undang.”
“Di antara tugas yang harus dilakukan oleh orang tua, seperti yang digariskan dalam KUH Perdata, adalah bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak, itulah yang dilakukan terdakwa dalam kasus ini, tanpa membawanya ke hal-hal yang tidak perlu,” keputusan pengadilan tersebut menyatakan.
Sebuah survei tahun 2015 dari Pew Research Center menemukan bahwa hampir tiga perempat remaja berusia 13 sampai 17 memiliki akses ke smartphone. Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa 92 persen remaja online setiap hari dan 24 persen online “hampir terus-menerus.” Kami hanya bisa menduga bahwa angka-angka tersebut telah meningkat dalam dua tahun sejak survei tersebut dilakukan. (Hsg)

