Arab Saudi, reportasenews.com – Ada pemandangan ganjil, ribuan ikan mati terbawa hingga kepantai diberapa wilayah negara Arab. Nelayan setempat langsung menggerutu dan menuduh Iran membuang limbah nuklir dilaut membuat ikan mati.
Ribuan bangkai ikan kecil telah terdampar di pantai Kuwait, Oman, Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya sejak awal Mei. Fenomena ini telah melahirkan banyak teori persekongkolan gila yang mengundang debat kusir di media sosial, termasuk salah satu teori yang mengatakan pelakunya adalah Iran.
Di Kuwait, lebih dari 60 ton ikan mati telah dibersihkan sejak awal bulan. Pihak berwenang Kuwait berusaha untuk meyakinkan penduduknya soal penyebab ikan mati. Menteri Komunikasi, Mohammad al-Abdallah, mengatakan pada tanggal 1 Mei 2017 bahwa tidak ada zat beracun yang ditemukan selama tes yang dilakukan pada ikan yang mati.
Namun, beberapa orang sepertinya termakan oleh gosip liar. Nelayan dan konsumen sama-sama panik. Dalam video yang diposkan seorang nelayan nekat menuduh ada “mafia” ingin menghancurkan industri perikanan. Sementara di depan kamera, dia juga memanfaatkan kesempatan untuk mengundang pemirsa untuk menghubungi dia jika mereka ingin membeli beberapa ikan yang ada di baskom plastik di kakinya.
Sejumlah besar ikan mati juga telah terserat disepanjang pantai Arab Saudi dan Oman. Karena ketegangan politik dan agama antara Negara-negara Teluk Sunni dan tetangga Syiah mereka, Iran, cenderung berjalan tinggi, media sosial segera tenggelam dengan teori konspirasi yang menyalahkan Iran atas kematian ikan misterius tersebut.
Jika orang yang memfilmkan video ini (di bawah) dapat dipercaya, semua ikan mati yang terdampar di pantai di wilayah Ahsa di Arab Saudi itu tewas karena orang-orang Iran membuang limbah nuklir ke laut.
https://twitter.com/khalid_0_cool/status/861508216580186112
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa yang bisa menyebabkan kematian ikan ini, tim Pengamat FRANCE 24 menghubungi Aws Alghunaim, seorang peneliti di Institut Penelitian Ilmiah Kuwait. Dia menjelaskan bahwa ini adalah hasil dari fenomena alam yang oleh para ilmuwan disebut “air pasang merah”. Red tides atau gelombang pasang merah terjadi di seluruh dunia dan ini adalah wajar terjadi.
Gelombang merah disebabkan oleh adanya ganggang yang disebut phytoplankton. Bila konsentrasi berada dititik sangat tinggi dari penyebaran ganggang ini, mereka memberi warna kemerahan pada laut, maka namanya disesuaikan dengan sebutan “red tides”. Terkadang, airnya tampak semburat kecoklatan atau kekuningan.
Gelombang merah terjadi saat alga mekar ini terakumulasi dengan cepat, yang kerap terjadi bila ada kelimpahan zat gizi. Ganggang menyalurkan nutrisi yang dibawa dari bumi ke perairan pantai.
Ketika air limbah dibuang ke laut, ia menyebabkan kelebihan nutrisi di air laut, yang, pada gilirannya, menyebabkan pertumbuhan ganggang yang berlebihan.
Fitoplankton memiliki umur yang sangat pendek: mereka hanya hidup selama beberapa hari. Saat mereka mati, mereka tenggelam ke dasar samudera, dimana mereka cepat dimakan bakteri. Untuk melakukan ini, bakteri mengkonsumsi sejumlah besar oksigen dari air. Kurangnya oksigen di dalam air menyebabkan kematian seluruh kelompok ikan.
“Teriknya sinar matahari dan laut yang tenang menciptakan kondisi yang sempurna bagi ganggang untuk mekar”
Namun, terlalu banyak nutrisi di dalam air bukanlah satu-satunya penyebab pasang surut merah. Fenomena ini hanya terjadi bila beberapa faktor berbeda saling bersatu. Sinar matahari melimpah dan laut yang tenang menciptakan kondisi yang cocok untuk alga hingga mekar, yang merupakan jenis cuaca yang alami sejak akhir April. Biasanya, pasang surut hanya cenderung terjadi pada bulan Juli atau Agustus.
Beberapa fitoplankton juga mengandung zat yang bersifat racun bagi ikan. Namun, dalam kasus ini, kami tidak menemukan jejak zat beracun dalam sampel yang kami analisis di laboratorium kami. Namun, kami menemukan bahwa fitoplankton tertentu mengandung lonjakan kecil yang menyebabkan luka fatal pada insang beberapa ikan.
Ini telah terjadi di Kuwait, Oman dan Arab Saudi sejak tahun 1990an. Namun para ilmuwan masih berjuang untuk menentukan secara tepat apa peran aktivitas manusia dan pencemaran dalam fenomena ini. (Hsg)
#ايران_تلوث_الخليج_العربي
الدولة الصفوية تتنازل عن الاخلاق البشرية وتسمم مياه الخليج والنتيجة نفقت الاسماك واذا لم يتم تلافي ذلك فالخطر قادم pic.twitter.com/Gl4PjfAEGI— 🇸🇦 د. زايد محمد العمري (@dr_zayedalamri) May 6, 2017

