Jakarta, Reportasenews – Pasca dioperasinalkan Tower 5, jumlah pasien rawat inap di Rumah Sakit Darurat Covid Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat terus bertambah. Hingga 17 September 2020 tercatat 2.757 pasien.

Selain penanganan medis, pelayanan gizi bagi pasien dan tenaga kesehatan (nakes) yang jumlahnya mencapai ribuan tidaklah mudah, apalagi dengan kondisi khusus seperti sekarang ini.

Mayor Tri Hartono selaku Koordinator pelayanan gizi RSDC Wisma Atlet menuturkan diperlukan  perlakuan khusus untuk menyiap asupan gizi bagi pasien dan nakesnya.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bahwa pemberian makan khususnya kepada para pasien ini tidak sekedar memberikan makanan, tapi disisi lain juga harus memperhatikan kondisi  pasien tersebut. Artinya dalam memberikan asupan makanan kepada mereka itu bertujuan selain untuk meningkatkan imun tubuh mereka hingga bisa membantu proses penyembuhan, sekaligus juga agar pasien tidak sampai malnutrisi yang bisa berakibat keparahan infeksi di tubuh pasien”, ujar Tri Hartono.

Mayor Tri Hartono selaku Koordinator pelayanan gizi RSDC Wisma Atlet saat memeriksa asupan gizi yang akan diberikan ke pasien. (foto.dolok)

Menurut Hartanto, selain asupan gizi ada hal lain yang juga harus perhatikan yakni faktor selera, karena dengan waktu yang lama akan mengakibatkan kebosanan sehingga perlu adanya manejemen pengelolaan terkait menu makanan.

“Untuk menghindari kebosanan selera makanan kami membuat siklus menu dalam kurun 10 hari plus 1. Artinya makanan yang muncul di hari pertama sampai hari kesebelas sudah bisa memenuhi dari sisi selera” Unkap bapak dua anak yang bertugas di RS TNI AU Bandung ini.

Dibantu 42 relawan, Mayor Tri Hartono bertanggung jawab memberikan pelayanan gizi yang memenuhi standar khususnya baik kepada pasien maupun nakes.

Adapun standar kebutuhan kalori untuk pasein adalah 2700 kalori  protein 1,5 s/d 2 per kg berat badan tergantung dari kondisi pasien. Semtara untuk naker 2500 kalori dan proteinnya 1 s/ 1,2 per kg berat badan.

Sementara untuk pasien yang sdh membawa penyakit bawaan dan anak anak atau bayi akan dibuatkan menu khusus.

“Setiap pasien yang masuk tentu ada referensi diet dari dokter sebelumnya, ini juga akan kita ikuti. Kemudian kita melakukan assessment terkait dengan masalah dietnya terutama gizi. Setelah kita diskusikan dengan dokter, akan kita tentukan apakah ada perubahan atau tidak tergantung kondisi klinis terupdate pasien”, tegasnya.

Begitu seriusnya RSDC Wisma Atlet mengurus semua pasien sekaligus tenaga kesehatannya. Ini semua karena masalah kemanusiaan yang harus diatasi secara bersama-sama seperti yang dirasakan letnan Kolonel Arifin yang diamanati sebagai Komandan Lapangan RS Darurat Covid Wisma Kemayoran.

“Saya yakin ini adalah masalah bangsa, masalah bersama bukan masalah individu, artinya tidak ada kepentingan politik, suku, ras dan keagamaan. Disini kita adalah melawan Covid bersama,disini  itu yang saya rasakan karena relawan dari seluruh Indonesia ada di sini”. Ungkap Letkol Arifin. (dik)