Pontianak, Reportasenews.com – Seorang siswa SMA Bhayangkara, Satrio Tri Angono, meninggal dunia saat tengah tertidur di ruang tamu rumah temannya, Rian, di Jalan Parit Bugis Nomor 19, RT 5 RW 7, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Senin (17/7) kemarin. Kematiannya pun mengundang tanda tanya.
Sebelum ditemukan meninggal, Satrio berangkat dari rumahnya untuk menjemput Rian dengan mengendarai sepeda motor dengan tujuan ke sekolah untuk mengikuti masa orientasi siswa (MOS) di hari pertama.
Pada pukul 10.00 WIB, masa orientasi siswa selesai. Selanjutnya korban meninggalkan sekolah,menuju pulang mengantar Rian ke rumahnya mengendarai sepeda motor.
Namun di tengah perjalanan, korban dan Rian singgah di cafe The Legend, di Kecamatan Pontianak Timur.Korban memesan minuman bersoda ditambah susu, dan diminum bersama-sama oleh korban dan Rian.
Sesaat kemudian, korban merasa pusing dan menggigil. Korban meminta pulang dan Rian pun bergegas membawa korban berboncengan mengendarai sepeda motor ke rumahnya.
Setiba di rumah, korban minta istirahat, serta meminta bantal dan air putih. Lalu korban minum air putih, setelah itu korban berbaring di ruang tamu rumah Rian.Pada pukul 13.00 WIB, Rian melihat korban masih terbaring di ruang tamu. Namun Rian curiga karena korban tak bergerak-gerak.
Kemudian Rian mencoba menggoyangkan tubuh korban namun tak bergeming juga. Rian mengabarkan hal ini kepada warga yang berada di bengkel. Selanjutnya dilaporkan ke polisi.
“Penyebab kematian korban belum diketahui, namun menurut abang korban, Agus purnomo korban memiliki riwayat penyakit jantung bocor,” kata Kapolsek Sungai Raya, AKP Hariyanto, Selasa (18/7).
Kematian korban mengundang tanda tanya. Jenasah korban sempat dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kalbar, namun keluarga menolak otopsi. Jenasah diserahkan pihak keluarga untuk segera dimakamkan.
Kematian korban sempat dikaitkan dengan masa orientasi siswa hari pertama yang diikutinya. Namun pihak sekolah menapiknya, begitu juga kepolisian. SMA Bhayangkari berada di bawah Yayasan Kemala Bhayangkari.
“Mohon diluruskan beberapa media online menyampaikan bahwa meninggalnya Siswa karena kegiatan MOS,” pinta Kaur Litprodok Bidang Humas Polda Kalimantan Barat, AKP Cucu Safiyudin.
Cucu menjelaskan bahwa kegiatan MOS belum dilaksanakan di SMA Bhayangkari sehingga tidak ada hubungannya.
“Korban memiliki riwayat jantung bocor,” pungkasnya.(das)

