Situbondo,reportasenews.com – Tabrakan beruntun yang melibatkan kendaraan Traktor Head bernopol H 1918 CFF, Bis bernopol DK 9087 C, dan sepeda motor P 5919 FC terjadi di Jalur Pantura Situbondo, tepatnya di  Jalan Raya PB Sudirman, Situbondo, Senin (24/2/2020).
Akibat tabrakan beruntun tersebut, seorang pengendara sepeda motor bernama Wiji Erfendi (42), warga Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Situbondo tewas, dengan kondisi mengalami luka pada wajah dan patah tulang pada kaki kiri, setelah ditabrak Bis yang dikemudikan oleh Suharwiyanto (52), warga Kelurahan Patokan, Situbondo.
Diperoleh keterangan, tabrakan beruntun yang terjadi di jalur pantura Situbondo itu, berawal saat Budianto (43), asal Kabupaten Rembang mengemudikan kendaraan Traktor Head melaju dari arah timur menuju ke barat, dengan kecepatan sedang, sedangkan Bis yang membawa penumpang para karyawan Salem ada tepat di belakang kendaraan  Traktor Head.
Namun, saat melintas di lokasi kejadian, ada tiga  anak punk yang mau menumpang dan menghentikan  traktor Head tersebut, sehingga Budianto langsung menghentikan laju kendaraannya. Nah, karena  kendaraan Traktor Head berhenti secara mendadak, sehingga Suharwiyanto selaku sopir Bis mencoba menghindari tabrakan dengan kendaraan Traktor Head di depannya.
Tragisnya, saat Budianto membanting stirnya ke arah kanan, namun tiba-tiba dari arah barat muncul sepeda motor yang dikemudikan oleh korban Wiji Erfendi, sehingga tabrakan kendaraan lain jenis tak dapat dihindari. Akibatnya, tubuh korban terpental ke badan jalan aspal dilokasi kejadian.
Kanit Laka Lantas Polres Situbondo Ipda Handoko mengatakan, dugaan sementara, tabrakan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan bermotor di jalur pantura Situbondo itu akibat ada tiga anak punk yang menghentikan kendaraan Traktor Head, sehingga sopir Traktor Head langsung menghentikan laju kendaraannya.
“Akibat traktor Head  berhenti secara mendadak, tabrakan beruntun tidak dapat dihindari,”kata Ipda Handoko.
Menurutnya, karena berdasarkan keterangan sopir traktor Head ada tiga anak punk yang mencoa menghentikan, sehingga petugas langsung melakukan pengejaran terhadap tiga anak punk tersebut.”Sayangnya, petugas tidak berhasil menangkap tiga anak punk, yang disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya tabrakan beruntun tersebut,”pungkasnya.(fat)