Reportasenews.com – Sabtu dinihari menjadi hari yang merepotkan bagi 99 negara didunia. Dimulai dari wilayah Inggris dan Eropa, separuh lebih rumah sakit disana tidak dapat memakai sistem komputer mereka akibat diserang oleh ransomware bernama “WannaCry”.
Serangan ransomeware ini lantas dengan cepat menjangkiti nyaris seluruh dunia. Tool jahat ini menyerang rumah sakit dan fasilitas publik yang sangat vital bagi kepentingan banyak orang dan bahkan nyawa orang lain.
Penjahat keji tidak tahu diri ini meminta uang tebusan dari ribuan institusi yang melayani kepentingan publik secara luas. Targetnya bukan perusahaan kaya raya private, tapi secara jelas menyerang institusi pelayanan publik.
Ransomware adalah satu tools jahat yang dipakai untuk memeras targetnya. Jika komputer terkena serangan maka mendadak akan terkunci dengan pesan muncul meminta tebusan uang jika ingin komputernya dapat dipakai lagi. Pembayaran tebusan itu memaki cryptocurrency atau uang digital Bitcoin, namun tidak ada jaminan jika seusai dibayar maka akan terbuka kunciannya.
Ransomware WannaCry ini dibuat dari tools milik dinas rahasia Amerika NSA. Tools ini tadinya dipakai untuk aktifitas mata-mata dengan memanfaatkan celah keamanan di WIndows. Target akan di iming-imingi sebuah tautan di emailnya, jika diklik maka akan muncul “setan jahat” ini mengunci komputer pengguna.
Tools milik NSA ini dikabarkan dicuri oleh kelompok hacker Shadow Broker. Dari tool itu, dilakukan modifikasi untuk membuat WannaCry dengan menginfeksi komputer lewat eksekusi remote code SMBv1 di sistem operasi Microsoft Windows.
Saat ini sudah 99 negara dikabarkan terkena serangan WannaCry. Indonesia juga sudah terdengar kabar ada pihak yang terkena serangan tersebut. Korban diperas uang Rp 4 juta dalam bentuk bitcoin untuk diserahkan kepada pelaku. (Hsg)

