Way Tol OneTrans Jawa Mulai 18 Maret
- calendar_month 36 menit yang lalu
- print Cetak

Kakoorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho. (Foto: korlantas polri).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cikampek, ReportaseNews – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) sepenggal tahap pertama di ruas Tol Trans Jawa guna mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026.
Kebijakan ini akan diterapkan di tengah meningkatnya volume kendaraan yang terpantau padat di sejumlah titik krusial, khususnya dari Km 29 hingga Km 70 arah timur.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa langkah tersebut diambil setelah melihat kondisi riil di lapangan.
“Kami laporkan bahwa situasi arus lalu lintas saat ini dari tol kilometer 29, 57, dan 70 cukup padat. Maka dari itu, kami Korlantas Polri telah berkolaborasi dengan stakeholder, termasuk Bapak Menteri dan Dirut Jasa Marga,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan, penerapan one way sepenggal tahap pertama akan dimulai dari Km 70 hingga Km 263 di wilayah Jawa Tengah. Skema ini menjadi bagian dari upaya bertahap sebelum penerapan one way skala nasional.
“Kami akan melakukan sosialisasi berkaitan dengan penerapan one way sepenggal tahap pertama antara Kilometer 70 sampai Kilometer 263 di wilayah Jawa Tengah,” kata Agus.
Langkah ini dinilai strategis untuk mengurai kepadatan kendaraan yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama menjelang puncak arus mudik.
Korlantas optimistis rekayasa lalu lintas tersebut mampu menjaga kelancaran perjalanan masyarakat selama Operasi Ketupat 2026.
“Diharapkan dengan rekayasa lalu lintas ini dapat memperlancar arus kendaraan dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ungkapnya.
Selain rekayasa lalu lintas, pemerintah juga mengandalkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) serta Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas instansi untuk mengurangi penumpukan kendaraan dalam waktu bersamaan.
“Dengan adanya Work From Anywhere ini terurai keberangkatannya. Adanya kebijakan pemerintah yang tegas tentang SKB ini sangat strategis untuk bisa mengelola flow daripada arus lalu lintas,” ujar Agus.
Sebelumnya, Korlantas telah mengumumkan rencana penerapan one way nasional yang akan diberlakukan pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan puncak arus mudik.
“Saya sudah koordinasi dengan Pak Menteri dengan Dirut Jasa Marga bahwa puncak arus mudik yang diperkirakan adalah tanggal 18 Maret. Jadi, tanggal 18 Maret itu nanti antara jam 10 sampai jam 12 akan kita berlakukan one way nasional arus mudik,” jelasnya.
Namun demikian, penerapan skema tersebut masih bersifat dinamis dan dapat disesuaikan berdasarkan kondisi lalu lintas berbasis teknologi pemantauan.
“Ketika nanti infrastruktur teknologi traffic accounting-nya bisa terkendalikan, mungkin juga bisa berubah untuk one way nasional atau one way sepenggal tahap pertama yang tentunya nanti akan kami umumkan,” pungkasnya. (RN-06)
- Penulis: RN-06
- Editor: Djung



Saat ini belum ada komentar