Seorang anak bermain perahu plastik yang dibuat dari drum di tengah genangan air tinggi di depan halaman rumahnya. ( foto: adi saputro)
Kubu Raya, Kalimantan Barat, reportasenews.com – Sepekan di landa banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi, Desa Sungai Malaya yang sebagian pemukiman penduduknya terendam banjir, Selasa (11/10/2022) siang, tinggi permukaan air sudah mulai surut.
Sebagian warga sudah kembali beraktivitas normal meski halaman rumah mereka masih digenangi air mencapai 20 centimeter.
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo bersama organisasi perangkat daerah seperti Dinas Sosial, BPBD Kubu Raya, SAR Brimobda Polda Kalbar, Camat Sungai Ambawang, Koramil, Polsek Sungai Ambawang, dan organisasi relawan meninjau sekaligus menyerahkan bantuan beras bagi warga yang terdampak banjir.
Beras bantuan ini akan diserahkan langsung Sujiwo dan diterima oleh kepala Desa Sungai Malaya dan selanjutnya disalurkan kepada warga yang terdampak banjir.

“Saat ini tinggi permukaan air sudah mulai turun, karena curah hujan juga mulai turun. Namun demikian persoalan banjir ini menjadi atensi pemerintah Kabupaten Kubu Raya, dan saya mengimbau masyarakat selalu waspada karena pada bulan Desember, curah hujan masih tinggi,” kata Sujiwo di Kantor Desa Sungai Malaya.
Sujiwo meminta masyarakat tetap waspada karena potensi banjir masih bisa terjadi.
Untuk warga yang berhak menerima bantuan ini adalah sesuai kuota dari usulan desa. Untuk penerima bantuan banjir ini, di Desa Sungai Malaya ada 338 KK, yang setara dibagikan sebanyak 1.430 untuk dua jiwa dengan jumlah bantuan beras sebanyak 2 ton lebih.
Sementara untuk Desa Mega Timur bantuan beras yang disalurkan untuk 170 KK atau setara 604 jiwa dengan jumlah bantuan sebanyak 1 ton lebih.
Bantuan beras yang berasal dari Dinas Sosial Kubu Raya ini diharapkan bisa meringankan beban dari warga yang terdampak banjir.

Sementara dari data BPBD Kubu Raya, daerah rawan terjadi bencana banjir sebanyak 22 desa, dimana pada banjir kali ini Desa terparah dilanda banjir adalah Desa Mega Timur, Desa Sungai Malaya, Desa Kubu Padi, Desa Rasau Jaya Umum dimana sudah ada pengungsian sebanyak 30 KK, dan sebagian pengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
Sementara warga Desa Sungai Malaya, Daud yang ditemui di lokasi mengatakan banjir sudah berlangsung selama sepekan ini. Ketinggian permukaan air waktu terjadinya banjir tinggi dan telah merendam pemukiman namun saat ini ketinggian air sudah mulai surut.
“Saat ini ketinggian air sudah mulai berkurang, memang ada beberapa jalan yang masih terendam cukup tinggi namun dibandingkan beberapa hari lalu, ketinggian air sekarang sudah surut,” ujarnya.
Daud mengungkapkan banjir selain diakibatkan curah hujan tinggi juga akibat pendangkalan sungai Malaya dan saluran airnya tertutup oleh gulma sehingga perlu adanya normalisasi sungai Malaya sesegera mungkin sehingga ketika curah hujan terjadi, air tidak menjadi tergenang yang menjadi penyebab utama banjir. (das)

