Pontianak, reportasenews.com – Jumat (29/6) sore hingga malam, Pasar Ngabang, Kabupaten Landak, diselimuti suasana mencekam. Satu kelompok massa yang diperkirakan berjumlah 100 orang lebih mengamuk, dan merusak barang dagangan dari gerobak hingga membakar ban bekas di tengah jalan.

Massa ini dari pendukung Pasangan Calon Gubernur Kalimantan Barat (paslon) nomor urut 2, Karolin-Gidot. Sejak sore mereka  berkumpul Terminal Ngabang. Aksi dimulai dengan membakar ban di tengah jalan.

Tak hanya itu, mereka juga memotong dan memanggang babi.

Aksi dipicu karena postingan media sosial, yang dianggap menghina mantan Gubernur Kalbar periode 2014 – 2018,Cornelis. Di saat bersamaan, Karolin merupakan anak Cornelis yang saat ini  maju mencalonkan diri sebagai Gubernur, namun kalah atas hasil perhitungan cepat atau quick count yang diumumkan LSI dan Poltracking.

Selain itu, mereka juga kecewa atas perolehan suara pada Tempat pemungutan Suara (TPS) di sekitar Terminal Dara Itam Ngabang, Dusun Tebing Tinggi, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang yang kalah.

Informasi aksi massa ini menyebar cepat di linimasa media sosial hingga Whatsapp Group (WAG).

Situasi mencekam, semua pihak mencoba menahan diri.Polisi menerapkan siaga satu untuk mencegah situasi memanas dan memicu aksi balasan kelompok lainnya.

Aksi dikoordinir oleh Ketua Forum pemuda Dayak Landak (FPDL) yang diikuti sekitar 100 orang.

Pada pukul 17.30 WIB,  massa yang  berkumpul di terminal Ngabang,  berjumlah sekitar 20 orang bergerak merusak kios-kios pedagang makanan yang berada di lapangan Bardan.

Kejadian berlangsung cepat. Namun aksi massa tidak meluas dan berhasil dikendalikan oleh personil TNI AD, Armed BKO Kodim dan personil polres Landak.

Menyikapi adanya aksi ini, polisi dan TNI hingga tokoh masyarakat langsung turun ke lapangan untuk meredakan emosi massa.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Kombes Polisi  Nanang Purnomo, menolak berkomentar.

“Kabupaten mana Ngabang itu, infonya ada apa?, ” tanyanya kembali saat dikonfirmasi reportasenews.com, Jumat (29/6) malam.

Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Polisi Didi Haryono, enggan membalas pesan elekronik  telegram yang dikirim.

Sementara Kepala Penerangan Kodam XII Tanjungpura, Letkol Infanteri Aulia Fahmi Dalimunthe, belum juga dapat memberikan informasi terkait perkembangan situasi keamanan saat itu di Kabupaten Landak.

“Sabar ya mas,Pendam sedang menghimpun data. Kalau sudah dapat data sesungguhnya nanti saya berikan. Sebaiknya ke Polda saja mas yang lebih berkopeten, dan kebetulan saya sedang ada acara rapat dalam rangka  kesiapan gelar alutsista,” pintanya.

Sekitar pukul 18.30 Wib, massa yang ada di terminal dikumpulkan dan diberi pengarahan oleh polisi. Kapolres Landak, AKBP Gede Bowo Imantio, Danyon Armed 16 Komposit Ngabang, Letkol Arm Victor Jacob hingga ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Landak, Heri Saman turun langsung ke lapangan untuk meredakan suasana. Pada  pukul 20.30 WIB, massa pun mulai membubarkan diri.

Pasca aksi massa ini, beredar informasi Pahauman, kecamatan Sengah Temilah atau berjarak 35,8 kilometer dari kota Ngabang sempat mencekam. Situasi terjadi adanya kelompok massa tertentu melakukan intimidasi. Namun situasi ini cepat reda, dan saat ini situasi berlangsung aman.

Menyikapi aksi massa ini, Kapolda Kalimantan Barat, Panglima Kodam XII Tanjungpura, Cornelis dan Karolin berangkat menuju ke Ngabang, Kabupaten Landak, menggunakan helikopter untuk meredam aksi massa tidak meluas ke tempat lain. Situasi di Kabupaten Landak secara umum saat ini berangsur kondusif dan aman. (das)