AMERIKA, REPORTASE: Dikabarkan muslimah di AS ketakutan memakai hijab dijalanan akibat situasi mencekam. Mereka mendapat ancaman dari para pendukung fanatik Donald Trump yang dikenal dg kampanye sistematiknya yang konyol, Make America Great Again, Make America White Again.
Trump dikenal sangat membenci Islam dan melakukan kampanye mencaci maki serta menyerang komunitas muslim dinegara AS. Kemenangan Trump mau tidak mau akhirnya membuktikan tudingan publik dunia selama ini bahwa memang sesungguhnya AS dikuasai oleh sentimen SARA sejak jaman perbudakan hingga sekarang, itu sudah mendarah daging disana.
Kelompok ultra nasionalis yang percaya bahwa AS seharusnya hanya diisi ras kulit putih merasa diatas angin sejak kemenangan Donald Trump.Warganegara yang dianggap “bukan Amerika” akan diserang dan diusir. Kelompok minoritas yang menjadi target bukan hanya komunitas muslim tapi juga kelompok kulit hitam afro amerika, masyarakat latino, imigran kulit berwarna lainnya, dan juga LGBT.
Kondisi tegang ini membuat muncul gerakan untuk saling menjaga diantara penduduk AS yang masih percaya pada prinsip utama kesetaraan semua manusia tanpa pandang warna kulit, ras atau agamanya. Mereka memakai identitas “safety pin” dibajunya untuk menjadi tanda pembeda antara kelompok mereka dengan pihak seberang supporter Donald Trump.Demikian ulas NyMagazine
Tanda dibaju itu hanyalah sebuah peniti biasa yang disematkan untuk menegaskan “siapa sekutu kami” dan siapa musuh kami. Para masyarakat yang memakai peniti saling membela kelompok masyarakat yang percaya pada toleransi dan anti SARA. Solidaritas bersama perlu digalakan untuk bergandengan tangan apabila mendapatkan serangan fisik brutal. (HSG)

