361 Personel Jepang Diganjar Satyalancana Usai Bantu Tangani Karhutla Kalbar
- calendar_month 22 menit yang lalu
- print Cetak

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menganugerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada 361 personel JMSDF atas dukungan penanganan karhutla di Kalimantan Barat. (Adi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mempawah, ReportaseNews – Sebanyak 361 personel Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) menerima tanda kehormatan Satyalancana Dharma Samudera dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin setelah terlibat dalam misi bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Penghargaan tersebut diserahkan Sjafrie atas nama negara dalam upacara di atas kapal JMSDF JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026).
Dari 361 personel penerima penghargaan, sebanyak 92 personel hadir secara langsung mewakili anggota Japan Disaster Relief (JDR). Tiga personel menerima penyematan tanda kehormatan secara simbolis, yakni Commander Deployed Task Force Col. Nakahara Shunji, Commander Maritime Deployed Task Force Col. (Navy Captain) Noma Toshihide, serta Commander Aviation Unit Lt. Col. Wakatsuki Shinichi.
“Menhan Sjafrie Sjamsoeddin atas nama negara menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia Satyalancana Dharma Samudera kepada personel JMSDF yang telah memberikan dharma bakti dalam mendukung penanganan karhutla,” ujar Sjafrie, Rabu (30/9/2026).
Menurut Sjafrie, keterlibatan JMSDF dalam penanganan karhutla menjadi bagian dari implementasi hubungan bilateral dan kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang, termasuk melalui Defense Cooperation Agreement (DCA).
Kerja sama tersebut, kata dia, tidak hanya mencakup dialog dan latihan militer, tetapi juga dukungan dalam operasi kemanusiaan saat terjadi bencana.
Dalam misi penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Jepang mengerahkan tiga helikopter berat CH-47 Chinook untuk mendukung pemadaman dari udara. Helikopter tersebut dioperasikan bersama personel Jepang dan ditempatkan di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.
Sjafrie menilai dukungan tersebut melengkapi upaya nasional Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.
“Meskipun kemampuan nasional Indonesia tetap dikerahkan secara penuh, integrasi dukungan internasional ini memastikan agar penanganan titik api dan perlindungan terhadap masyarakat dapat berjalan semakin cepat, terkoordinasi, serta efektif,” ungkapnya.
Misi bantuan Jepang di Kalimantan Barat secara resmi berakhir pada Selasa (29/9/2026). Penghargaan Satyalancana Dharma Samudera diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi personel JMSDF selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
(Adi)
- Penulis: Adi
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar