ABK KM Eka Prima Ditemukan Tewas, Operasi SAR Ditutup
- calendar_month 23 menit yang lalu
- print Cetak

ABK KM Eka Prima, Dicka Wahyudi (21), ditemukan meninggal dunia di perairan Jungkat, Kubu Raya. Basarnas Pontianak mengusulkan penutupan operasi SAR setelah tiga hari pencarian. (Adi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kubu Raya, ReportaseNews – Pencarian terhadap anak buah kapal (ABK) KM Eka Prima yang dilaporkan jatuh ke laut di perairan Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berakhir setelah korban ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (10/10/2026) pagi. Basarnas Pontianak pun mengusulkan penutupan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Korban bernama Dicka Wahyudi (21) ditemukan oleh nelayan di sekitar perairan Jungkat pada pukul 06.56 WIB. Lokasi penemuan berjarak sekitar 9,16 mil laut dari titik kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Budiono, mengatakan pencarian dilakukan secara sistematis dengan mempertimbangkan posisi terakhir korban, informasi dari lapangan, serta kondisi cuaca dan arus perairan.
“Dalam pelaksanaan operasi, tim melakukan penyisiran permukaan secara sistematis berdasarkan area dan pola pencarian yang telah ditentukan. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR yang terlibat serta nelayan setempat untuk memperoleh informasi tambahan yang dapat mendukung proses pencarian,” ujar Budiono, Sabtu (10/10/2026).
Ia menjelaskan, kondisi cuaca, arah dan kecepatan angin, serta arus perairan menjadi pertimbangan tim dalam menentukan strategi pencarian untuk memperluas jangkauan penyisiran.
Sebelumnya, Dicka dilaporkan hilang setelah diduga jatuh ke laut saat KM Eka Prima berangkat melaut dari Pelabuhan Kakap pada Rabu (7/10/2026) malam. Kru kapal baru menyadari korban tidak berada di kapal sekitar pukul 21.50 WIB.
Setelah melakukan pencarian secara mandiri tanpa hasil, pihak kapal melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas Pontianak pada Kamis (8/10/2026). Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas mengerahkan tim penyelamat dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi serta potensi SAR untuk mencari korban.
Pada hari ketiga operasi, Tim SAR Gabungan menyisir area seluas sekitar 56 mil laut persegi dengan jarak antarjalur pencarian satu mil laut. Pola penyisiran tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian di permukaan perairan.
Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi menuju Pos TNI AL Sungai Kakap untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak agen kapal.
Dengan ditemukannya korban, Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) mengusulkan penutupan operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian kemudian diarahkan kembali ke satuan masing-masing.
(Adi)
- Penulis: Adi
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar