Situbondo,reportasenews.com – Petugas Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Situbondo,  melakukan trauma healing, untuk mengurangi rasa trauma warga pasca insiden perusakan rumah dan penganiayaan di Desa Kayuputih, dan Desa Tribugangan, Situbondo, Rabu (12/8/2020).

Kepala DP3A Kabupaten Situbondo Imam Hidayat mengatakan, untuk mengantisipasi trauma puluhan anak-anak, pasca aksi perusakan rumah dan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota PSHT Situbondo, pihaknya melakukan trauma healing terhadap puluhan anak-anak.

“Ini adalah inisiatif dari Pemerintah, melihat kejadian ini khususnya untuk anak, memang kami langsung melangkah, dengan menyiapkan pendamping psikologi, pendamping sosial, untuk melihat seberapa besar potensi trauma yang diakibatkan dalam insiden tersebut,”ujar Kepala DP3A Kabupaten Situbondo, Imam Hidayat, Rabu (12/8/2020).

Menurutnya, selain memberikan pelayanan pemulihan psikologi dan sosial, pihaknya juga memberikan fasilitas edukasinya, berupa buku cerita dan mainan untuk anak-anak.”Bahkan, kami  juga menyediakan makanan bernutrisi untuk menjaga kesehatan anak-anak dilokasi kasus perusakan rumah dan penganiayaan pada dua desa tersebut,”bebernya.

 

Laily Abidah, Psokolog dari DP3A Kabupaten Situbondo mengatakan,  berdasarkan hasil analisa sementara, pihaknya  belum menemukan adanya rasa trauma. Meski demikian, kondisi itu harus terus dipantau setiap saat untuk memastikan bahwa mereka tidak mengalami rasa trauma.

“Hasil obeservasi tadi mereka masih cukup baik, bisa tidur, makan dengan rutin, merespon dengan baik. Tetapi kita masih terus melakukan observasi lanjutan, untuk memastikan bahwa dalam waktu panjang kedepan peristiwa ini tidak mempengaruhi kondisi anak maupun ibu,” bebernya.

 

Sementara itu, salah satu ibu rumah tangga (IRT)  yang ikut dalam kegiatan Trauma Healing ini, mengaku jika kegiatan itu sangat bermanfaat, baik bagi dirinya maupun kedua anaknya.

 

“Ya kami bersyukur ada kegiatan ini, anak kami bisa terhibur. Yang jelas waktu kejadian anak saya juga sempat melihat karena saya sempat membuka pintu. Tetapi setelah itu, saya tutup kembali pintunya. Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi anak kami baik-baik saja,”kataya.