Rusia, reportasenews.com – Ruslan Sokolovsky, 22 tahun, menerima hukuman penjara dengan tuduhan membuat perilaku menghasut kebencian religius akibat bermain Pokemon Go didalam gereja sakral.

Seorang hakim Rusia telah menghukum YouTuber Rusia yang bersalah karena menghasut kebencian karena mengeposkan video anti religius setelah dia memfilmkan dirinya bermain Pokémon Go di sebuah gereja.

Ruslan Sokolovsky, seorang pria berusia 22 tahun dari kota pegunungan Ueng, Yekaterinburg (sekitar 1.000 mil timur Moskow), bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara karena “menyinggung perasaan religius.” Sokolovsky diberi hukuman tiga setengah tahun penjara.

Sokolovsky mengeposkan cuplikannya menangkap Pokémon di Gereja “All Saints Yekaterinburg” kembali pada bulan Agustus 2016. Video tersebut diposting sebagai tanggapan atas pemerintah yang menjatuhkan hukuman lebih keras kepada orang-orang yang dengan sengaja menghina perasaan orang-orang beriman di tempat-tempat pemujaan keagamaan.

“Siapa yang bisa tersinggung jika Anda berjalan mengelilingi gereja dengan smartphone Anda?” Tanyanya di awal videonya. Beberapa minggu setelah ditayangkan di YouTube, Sokolovsky digrebek oleh polisi yang telah mengakses apartemennya dengan menggunakan kunci dari penjaga gedung. Dia kemudian ditempatkan di bawah tahanan rumah.

Jaksa melobi setidaknya untuk hukuman tiga tahun untuk Sokolovsky di bawah undang-undang agama yang baru, namun bisa meregang sampai lima tahun. Hal ini sama dengan Pasal 282 yang sama dari KUHP Rusia yang dipakai untuk mengadili band punk Rusia “Pussy Riot”.

Diseluruh dunia tampaknya memegang etika yang sama untuk saling menghargai simbol religius dan tidak menjadikan itu sebagai bahan olokan atau permainan. (Hsg)