Banyumas, reportasenews.com – Desa Langgongsari Kecamatan Cilongok Banyumas mengalokasikan Rp 921 juta untuk membangun agrobisnis berbasis teknologi. Usaha tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Langgongsari.

Sementara jumlah total dana desa yang ada saat ini sekitar Rp 922 juta. Kami alokasikan Rp 912 juta untuk investasi agrobisnis dan agrowisata yang berbasis teknologi, ” kata Rasim, Kepala Desa Langgongsari Kecamatan Cilongok saat sosialisasi Techo Village di balai desa setempat, (24/4).

Ia mengatakan, tidak bisa mengalokasikan semuanya untuk lini usaha pertanian berbasis teknolgi karena harus mengelola posyandu dan program keluarga berencana (KB).

Proses mendirikan lini usaha tersebut sudah berjalan sejak tahun 2015, dari mulai penanaman pohon durian, membuat underpass lokasi agrowisata dan penanaman bibit tanaman lainnya.

“Salah satu bentuknya adalah taman, sesuai dengan program presiden maka kami beri nama ‘Taman Mini Revolusi Mental’. Sebab juga agar menjadi percontohan di tingkat nasional, ada perubahan mental warga di desa kami, ” kata dia.

Sedangkan menurut Budiman Sujatmiko Anggota DPR RI, yang dilakukan oleh Kepala Desa Langgongsari merupakan yang pertama menggunakan Teknologi Informasi (TI) dari 3.000-an BUMDes di tingkat nasional.

Sebagai anggota DPR RI, ia akan membantu mewujudkan BUMDes Langgongsari yang mensinergikan pertanian dengan TI. Menurutnya, penggunaan TI juga menjadi daya tarik para investor untuk memperbesar lini usaha.

Dalam sosialisai bertajuk Techno Village tersebut, hadir pula perwakilan dari perusahaan GoJek dan sejumlah ahli teknologi. Mereka memaparkan peluang usaha di dunia teknologi.

BUMDes Langgongsari juga berencana akan mendirikan sekolah pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia pedesaan di Banyumas. Perwakilan dari GoJek dan ahli teknologi lainnya menyatakan kesanggupan untuk membantu menjadi tenaga pendidik.(kus)