Situbondo,reportasenews.com – Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, Rabu (4/4)  secara resmi membuka pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD Ke-101 Tahun 2018.

Upacara tanda dimulai pelaksanaan TMMD Tahun 2018 dilaksanakan di alun alun kota Situbondo  dihadiri oleh  Danrem 083 Baladhika Jaya Kolonel Infanteri Suryadi Bagus Tayo, Kapolres AKBP Sigit Dany Setiyono, Dandim 0823 Letkol infanteri Ashari, Wabup Yoyok Mulyadi

Usai dibuka secara resmi, Bupati Situbondo,  Danrem Baladhika Jaya, Wabup Yoyok, Kapolres dan Dandim 0823, mereka langsung meninjau lokasi TMMD Tahun 2018 di Dusun Polay, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Situbondo.

Bupati Dadang Wigiarto dan Danrem 083 Baladhika Jaya Kolonel Infanteri Suryadi Bagus Tayo melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga kurang mampu di Dusun Polay, Desa Jatisari.

Bupati Dadang Wigiarto mengatakan, jika kegiatan TMMD merupakan  program kerja sama terpadu antara TNI, Polri dan masyarakat.”Dalam upaya peningkatan percepatan pembangunan melalui peningkatan ekonomi masyarakat di daerah,”kata Bupati Dadang Wigiarto, Rabu (4/4).

Menurutnya, dengan dilaksanakannya TMMD Ke-101 di Dusun Polai, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo itu, kehadiran TNI yang bersatu dengan masyarakat dapat memberikan manfaat yang sangat berharga.

“Kami mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada Komandan Korem 083 Balhadika Jaya, Malang, Karena kegiatan TMMD dapat mendongkarak kesejahteraan masyarakat,”imbuhnya.

Sememtara itu, Danrem 083 Baladhika Jaya Kolonel Infanteri Suryadi Bagus Tayo mengatakan, jika kegiatan TMMD merupakan program TNI sejak 1980.”Namun, hingga kini, kegiatan TMMD tersebut   terus dilanjutkan, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”kata Kolonel Infanteri Suryadi Bagus Tayo.

Menurutnya, kegiatan TMMD ini  merupakan kegiatan terpadu dan lintas sektoral, baik dari unsur TNI dan pemerintah daerah serta instansi-instansi lainnya juga terlibat untuk berpartisipasi dalam rangka menggaungkan kembali kepedulian sosial.

“Sedangkan sasaran pelaksanaan TMMD,  fokus pada desa terpencil, seperti di Dusun Polai, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, yang letaknya berada di areal perbukitan,”katanya.

Kolonel Bagus menambahkan, pelaksanaan TMMD di Desa Polai selama 30 hari, mulai 4 April hingga 3 Mei 2018, sedangkan kegiatannya, berupa pembukaan jalan dan pelebaran jalan sepanjang 11 kilometer.

“Selain itu, juga dilakukan  pengerasan jalan dan pembangunan jembatan, serta kegiatan sosial lainnya, seperti pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta pembangunan mushalla dan pemberian sembako kepada warga kurang mampu,”pungkasnya.(fat)