Busyet..! Diskotek Blue Night Langkat Buka Saat Ramadan, 48 Pengunjungnya Positif Narkoba
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

BNNP Sumut mengamankan 48 orang pengunjung Diskotek Blue Night yang terbukti positif mengonsumsi narkotika dalam razia yang digelar pada Minggu (15/3/2026) dini hari. (Foto: Dok. BNNP Sumut)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Langkat, ReportaseNews – Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) mengamankan 48 orang pengunjung Diskotek Blue Night di Jalan Binjai, Emplasmen Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, setelah terbukti positif mengonsumsi narkotika dalam razia yang digelar pada Minggu (15/3/2026) dini hari.
Operasi gabungan yang melibatkan personel POM TNI AD dan Propam Polda Sumut itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas keresahan warga terhadap tempat hiburan malam (THM) yang tetap membandel beroperasi di tengah bulan suci Ramadan.
Kepala BNNP Sumut Brigjen Tatar Nugroho mengungkapkan, tindakan tegas ini bermula dari banyaknya aduan masyarakat mengenai aktivitas diskotek yang padat meski lokasinya berada di area perkampungan. Tim gabungan langsung melakukan tes urine di lokasi terhadap para pengunjung yang memadati area parkir dan ruang hiburan.
“Berdasarkan hasil tes urine cepat terhadap pengunjung Blue Night, 48 orang dinyatakan positif mengandung zat narkotika dan langsung diamankan ke kantor BNNP Sumut,” kata Tatar, Minggu (15/3/2026).
Tatar menjelaskan diskotek tersebut diduga menjadi salah satu pusat peredaran gelap narkoba terbesar di wilayah Kabupaten Langkat. Dugaan ini diperkuat dengan temuan sejumlah barang bukti narkotika di area lokasi saat penggeledahan berlangsung.
Dia mengatakan peredaran narkoba di tempat hiburan tersebut terindikasi dilakukan secara masif, sehingga diperlukan tindakan hukum yang komprehensif.
“Banyak aduan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas THM yang tetap buka saat bulan suci Ramadan. Lokasinya jauh di perkampungan, tetapi pengunjungnya banyak hingga parkiran penuh,” ujar Tatar.
Seluruh pengunjung yang terindikasi positif, terdiri dari pria dan wanita, kini dievakuasi ke kantor BNNP Sumut di Medan. Mereka akan menjalani pemeriksaan serta proses asesmen untuk menentukan langkah hukum atau rehabilitasi selanjutnya.
Tatar menegaskan pihaknya tidak akan ragu merekomendasikan penutupan permanen kepada pemerintah daerah jika pengelola terbukti membiarkan praktik peredaran narkoba terus terjadi di lokasi mereka.
“Razia ini bukan untuk menghambat bisnis hiburan, melainkan untuk menyelamatkan generasi bangsa dari peredaran narkoba serta memastikan tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba di tempat hiburan malam,” tegas Tatar. (RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar