Pasuruan, reportasenews.com – Cuaca ekstrem dan tinggi gelombang disertai angin kencang yang terjadi di perairan Lekok, membuat Hermadi (36), nelayan asal Dusun Batu Putih, Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jatim, dilaporkan hilang saat melaut. Korban diketahui oleh keluarganya, lantaran tidak kembali pulang sejak Senin (5/3/2018) pagi.

Tidak pulangnya warga Jatirejo ke rumah saat melaut ini kemudian dilaporkan ke desa setempat dan diteruskan ke pihak Polairud, hingga ditindak lanjuti dengan pencarian ke kawasan perairan Lekok.”Kami dapat laporan sekitar pukul 10.00 WIB, kemudian melakukan pencarian ke perairan Lekok,” ujar Kasubditlidik Polair Pasuruan, Bripka Laswasto, pada wartawan, Senin (5/3/2028).

Dari laporan nelayan lainnya, Hermadi sebelumnya berangkat melaut bersama beberapa temannya pukul 21.30 WIB, Minggu (4/3/2018). Tiap nelayan membawa satu perahu kecil dengan tujuan perairan Semedusari yang biasa mereka lakukan disaat melaut. Selain itu, dipilihnya perairan itu, karena cukup dekat dengan perkampungan disamping cuaca saat itu kurang baik.

Namun saat jam pulang pukul 04.30 WIB, pada Senin pagi, Hermadi tak kelihatan pulang. Sehingga pihak keluarga yang menunggunya berharap cemas. Bahkan, teman-temannya melakukan pencarian dan hanya menemukan perahunya sementara Hermadi tak diketahui dimana keberadaan.

“Dari laporan aparat desa kami tindak lanjuti dan kami fokuskan terus lakukan pencarian,” ungkap Laswasto.

Belum dipastikan nasib Hermadi, hingga pada Senin malam. Disamping petugas Polairud melakukan pencarian, nelayan lainnya juga tak tinggal diam. Mereka ikut berpartisipasi mencari keberadaan Hermadi. Bahkan pihak Polairud mengakui belum mengetahui secara jelas terkait penyebab hilangnya nelayan itu. Sementara cuaca buruk jadi kendala pencarian hingga saat ini. (abd)