Goa Jatijajar Dibidik Jadi Magnet Wisata Kebumen Lagi
- calendar_month 13 menit yang lalu
- print Cetak

Pemkab Kebumen menyiapkan revitalisasi Goa Jatijajar setelah kunjungan wisatawan dinilai belum sesuai harapan dan sejumlah fasilitas membutuhkan pembenahan. (Yog)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebumen, ReportaseNews – Pemerintah Kabupaten Kebumen menyiapkan revitalisasi kawasan Goa Jatijajar di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Jawa Tengah. Pembenahan dilakukan setelah pemerintah daerah menilai jumlah kunjungan wisatawan masih perlu ditingkatkan, sementara sejumlah fasilitas di kawasan tersebut membutuhkan perhatian.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani turun langsung meninjau kondisi Goa Jatijajar pada Kamis (1/10/2026). Peninjauan tersebut menjadi langkah awal pemerintah daerah untuk memetakan fasilitas dan kawasan yang perlu dibenahi sebelum revitalisasi dilakukan.
Lilis mengatakan pembenahan diperlukan untuk mengembalikan daya tarik Goa Jatijajar sebagai salah satu destinasi wisata yang dikenal luas di Kebumen.
“Hari ini saya berada di wisata Goa Jatijajar yang begitu terkenal. Kami melihat langsung kondisinya, dan bersama Dinas Pariwisata serta pemerintah desa, kami akan merenovasi agar Goa Jatijajar kembali populer,” kata Lilis dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen Frans Haidar mengatakan persoalan kunjungan wisatawan menjadi salah satu perhatian dalam rencana pembenahan Goa Jatijajar. Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung wisata juga dinilai perlu ditata dan diperbaiki.
Menurut Frans, revitalisasi tidak dapat hanya mengandalkan satu instansi. Penataan membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pelaku usaha, hingga masyarakat sekitar.
“Cukup berat apabila ini dipikul hanya oleh dinas. Perlu kerja sama lintas instansi, mulai dari dinas terkait, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, paguyuban pedagang, hingga masyarakat sekitar,” ujar Frans.
Keterlibatan lintas pihak tersebut diharapkan membuat pembenahan tidak hanya berfokus pada fasilitas utama, tetapi juga mencakup lingkungan dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan wisata.
Meski jumlah kunjungan masih menjadi perhatian, Goa Jatijajar tetap memiliki peran penting dalam sektor pariwisata Kebumen. Objek wisata di Kecamatan Ayah itu tercatat sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar dari sektor pariwisata di Kabupaten Kebumen.
Pemerintah Kabupaten Kebumen juga telah mengambil alih sepenuhnya pengelolaan Goa Jatijajar sejak 18 Agustus 2026. Pengelolaan langsung tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kondisi kawasan sekaligus menyiapkan konsep pengembangan wisata.
Konsep pengembangan Goa Jatijajar ditargetkan mulai menunjukkan hasil pada 2027. Pembenahan tidak hanya diarahkan pada fasilitas yang digunakan wisatawan, tetapi juga pada penataan kawasan dan penguatan sistem pengelolaan.
Saat ini, harga tiket masuk Goa Jatijajar ditetapkan Rp15.500 pada hari kerja dan Rp20.500 pada akhir pekan. Tarif tersebut setara dengan tiket masuk Goa Petruk yang berada di kawasan Kebumen dan memiliki karakter sebagai destinasi wisata minat khusus.
Melalui revitalisasi, Pemkab Kebumen berharap Goa Jatijajar kembali menjadi salah satu tujuan wisata pilihan masyarakat. Peningkatan kunjungan juga diharapkan berdampak pada aktivitas perdagangan dan usaha masyarakat yang berada di sekitar kawasan.
Dengan pengelolaan dan fasilitas yang dibenahi, pemerintah menargetkan pengembangan Goa Jatijajar mulai memberikan hasil pada 2027.
(Yog/RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar