USAI Salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, Jumat (5/5), tak sengaja reportasenews.com bertemu dengan Inspektur Jenderal (Irjen) (Pol) Ike Edwin. Jenderal yang sedang menjadi topik hangat di Lampung ini pun menyambangi kami yang tengah duduk bersandar di tiang masjid bersama beberapa rekan jurnalis.
“Selamat merayakan Hari Kebebasan Pers Dunia ya,” ucap mantan Kapolda Lampung itu menyalami kami atas peringatan World Press Freedom Day atau Hari Kebebasan Pers Dunia (HKPD) yang diselenggarakan Badan Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (3/5) lalu. “Ingat, selalu jaga marwah jurnaistik kalian,” imbuhnya.
Dang Ike, demikian pria 55 tahun ini biasa disapa, berpesan agar media massa betul-betul menjalankan fungsinya sebagai pemberi informasi, pendidik, penghibur, dan kontrol sosial. Media tidak boleh mengkhianati prinsip-prinsip jurnalistik yang mendustai nurani.
Maraknya politik praktis belakangan ini, menurut Ike Edwin bukan tidak mungkin media digunakan sebagai corong propaganda yang mencederai fakta kebenaran demi sebuah kepentingan. Akibatnya, fungsi media yang seharusnya mendidik dan menyajikan fakta kebenaran pun tereduksi.
“Media itu alat kontrol sosial. Jadi, harus tetap kritis, faktual, tapi konstruktif. Jika ada ketidakadilan di masyarakat ya sampaikan berdasarkan fakta. Jika ada fungsi pemerintahan yang tidak berjalan ya harus berani meluruskan agar para pemimpin yang seharusnya menjadi teladan rakyat bisa berbenah diri,” imbau jenderal polisi bintang dua yang dikenal bersahaja ini.(tan/han)

