Amerika reportasenews.com: Siapa yang tidak kenal Instagram? Aplikasi populer bagi pemakai ponsel cerdas ini adalah platform untuk berbagi foto paling populer dijagat medos. Dia adalah pemain raksasa yang disukai banyak orang. Pertanyaan kemudian muncul, apakah Instagram dapat bertahan saat ini, atau malahan merosot menuju kematiannya?
Banyak yang bertanya, posisi Instagram saat ini menanjak naik atau sedang dalam proses menurun. DigitalRev meramalkan bahwa kondisi mereka sedang menurun. Orang berpikir, inilah akibat Instagram terjebak dengan “mencoba terlalu banyak hal” untuk “terlalu banyak orang”.
DigitalRev In-Focus mencoba menggali dan menyelam kedalam sejarah Instagram, dari awal ledakan pertumbuhan aplikasi segera setelah rilis, hingga grafik kinerja saat ini yang penuh dengan kloning fitur Snapchat dan iklan di mana-mana.
Dalam ulasan video ini DigitalRev In-Focus mengatakan bahwa keberhasilan Instagram karena “timing” waktu yang sangat tepat, dan keberuntungan sempurna. Mereka muncul diwaktu yang bagus dimana setiap orang membutuhkan aplikasi sharing foto melalui ponsel. Dalam sekian jam kemunculan online mereka, mendadak mereka kebanjiran 10.000 peminat yang mendaftar, saat itu Instagram baru memakai satu komputer saja.
Tahun 2013 ke 2015, terjadi penurunan besar minat user memakai Instagram. Sebaliknya, antara Februari dan April Snapchat melonjak 25% menjadi 10 milar viewers masuk.
Awalnya dimulai 2009 dari sebuah aplikasi bernama “Burbn” yakni sharing lokasi dengan “check in”. Saat itu pendiri “Burbn” melihat bahwa user mereka lebih tertarik untuk berbagi foto ketimbang sharing lokasi dengan “check in”. Karena itu, mereka lantas membuat aplikasi baru memakai dua nama gabungan yakni: instantphoto + telegram, maka jadilah “Instagram”
Setelah akuisisi Facebook, bagaimanapun, fokus aplikasi telah menjadi semakin melebar akibat tuntutan monetisasi dengan menargetkan merek dan pemasar mereka di satu sisi, dan berusaha untuk meraup penggunanya dari godaan “Snapchat” yang lebih menarik di sisi lain.
Singkatnya, mereka mencoba untuk melakukan terlalu banyak. Jika saja mereka masih seperti ini, maka Instagram suatu hari nanti mungkin akan dilupakan seperti nasib aplikasi mirip dia dimasa silam yakni “Burbn”, yang dirancang oleh pendiri Instagram sebelum mereka dikupas ke bawah visi mereka dan menciptakan sesuatu yang sederhana bernama: Instant Photo dan Telegram. (HSG)

