Jembatan di Jalan Timor Raya Putus, Arus Lalu Lintas Tersendat
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Jembatan di Jalan Raya Timor kilometer 38 putus mengakibatkan beberapa wilayah tidak bisa diakses.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kupang, ReportaseNews – Jembatan di Kilometer 38 Jalan Timor Raya, Kelurahan Naibonat Kabupaten Kupang, NTT Kamis (26/3) putus total. Akibatnya arus transportasi darat pulau timor tersendat karena jembatan tersebut merupakan jalan utama yang menghubungkan jalur dari dari Kupang hingga Timor Leste.
Menurut warga setempat, jembatan tersebut putus total sekitar pukul 05.00 wita sehingga warga pun langsung menutup akses jalan tersebut agar bisa terhindar dari kecelakaan karena jembatan tersebut merupakan adalah jalan utama perlintasan di Pulau Timor.
“Dari pagi pak, sekitar jam 5, kita lihat jembatan sudah putus di bagian ujung sebelah timur yang dekat brigif, maka kita langsung palang jalan, karena ini jalan utama takut kendaraan lewat bisa celaka,” kata Jemmi salah satu warga kepada Reportasenews.com, Kamis (25/3).
Kepala Balai Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto Mangiri menjelaskan jembatan tersebut diduga putus akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di wilayah NTT.
Dia mengatakan jembatan yang putus tersebut adalah jalur utama transportasi darat di Pulau Timor atau jalur Trans Timor. Dan ini yang menyebabkan transportasi darat menjadi terputus total.
“Akibat cuaca ekstrem dengan terjadinya longsoran hilir sungai yang menggerus tanah hingga terjadi retakan pada pondasi jembatan,” ujar Janto
“Pondasi jembatannya bergeser sehingga plat injaknya terjadi penurunan,” imbuhnya.
Dia menerangkan akibat putusnya jembatan tersebut maka jalur tersebut akan ditutup sementara untuk perbaikan. Dan pihaknya segera membuka jalur alternatif untuk menghindari terputusnya jalur darat di Pulau Timor.
“Langkah yang kita lakukan saat ini, status lalu lintas jalan kita tutup dan kita alihkan ke jalur alternatif di ruas jalan Nunkurus,” ucapnya.
Dan menurut dia, alat berat telah dimobilisasi untuk pembukaan jalan alternatif sehingga jakur trans timor bisa kembali normal dalam beberapa jam kedepan.
“Dalam waktu lima hari ini bisa berjalan kembali normal sehingga bisa digunakan masyarakat,” kata dia.
Sementara itu Kapolres Kupang, AKBP. Rudi Ledo mengaku telah menempatkan sejumlah anggota Satlantas dan Sabhara untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di lokasi putusnya jembatan.
“Kita sudah tempat personil agar bisa mengatur arus lalu lintas melalui jalan alternatif,” katanya.
Saat ini kata Rudi, dilakukan rekayasa arus lalu lintas dengan cara buka tutup sehingga tidak sampai jalur transportasi darat di Jalan Trans Timor ini terputus total.
“Sekarang jalan alternatof sudah bisa dilalui tapi gunakan sistem buka tutup agar jalur transportasi tetap bisa diakses,” ujarnya.
Rudi mengimbau masyarakat penggunakan jalan baik dari arah Kupang maupun dari arah Atambua, Kefa dan Soe agar bisa berhati-hati dan tetap mengikuti petunjuk dari personil.polisi yang melakukan pengaturan di lokasi.
“Para pengguna jalan harus agak sabar, karena jalan alternatif memang sudah dibuka tapi untuk menghindari kemacetan dan penumpukan, saya minta agar patuhi petunjuk dari petugas kami di lapangan,” jelas Rudi. (EB/RN-04).
- Penulis: Didik



Saat ini belum ada komentar