Kapolri Wanti-wanti Dampak Serangan AS-Israel ke Iran
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan dampak serangan AS-Israel ke Iran terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan dunia, termasuk potensi gangguan ketenagakerjaan di Indonesia. (Foto: RN/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengingatkan seluruh pihak untuk mencermati dampak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang berpotensi memicu gejolak global.
Menurut Sigit, dinamika konflik di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada kawasan, tetapi juga berisiko menekan stabilitas ekonomi dan keamanan dunia, termasuk Indonesia.
”Kita melihat bagaimana dinamika konstelasi yang terjadi antara Amerika, Israel, dan Iran yang tentunya ini akan berdampak terhadap stabilitas ekonomi dunia, termasuk juga tentunya stabilitas keamanan dunia,” kata Sigit di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026).
Ia menegaskan, situasi tersebut perlu diantisipasi sejak dini. “Dan ini tentunya menjadi masalah yang tentunya kita juga harus waspada,” ujar jenderal bintang empat itu.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). Kehadiran Kapolri disambut Ketua KSBSI Elly Rosita Silaban.
Sigit menilai, ketegangan global berpotensi menekan sektor ekonomi nasional. Dampaknya bisa merembet ke sektor ketenagakerjaan dan hubungan industrial.
”Tentunya tekanan di bidang ekonomi, ditambah juga adanya perkembangan teknologi, ini juga tentunya berdampak kepada sektor-sektor yang terkait dengan ketenagakerjaan,” kata dia.
Ia menambahkan, gangguan rantai ekonomi global dapat memperburuk relasi antara pekerja dan pengusaha. “Hubungan industrial juga tentunya menjadi terganggu karena dampak dari situasi global yang kemudian juga berdampak kepada situasi yang ada di dalam negeri,” imbuhnya.
Karena itu, Sigit meminta seluruh pemangku kepentingan di bidang tenaga kerja memperkuat koordinasi dan menyiapkan langkah mitigasi.
”Di satu sisi bagaimana kemudian kita mencari solusi-solusi untuk kemudian kita semuanya bisa survive menghadapi situasi dan konstelasi yang kemudian berdampak ke segala sektor,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Israel melancarkan serangan ke Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Pasca-serangan tersebut, Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat. (RN-07)
- Penulis: Tama


Saat ini belum ada komentar