Probolinggo, reportasenews.com – Pegelaran Road Race di Kota Probolinggo, yang di gelar oleh GM FKPPI FDR, di Sirkuit Jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo, dilakukan tertutup dan tak boleh diliput awak media,  Minggu (26/2/2017).

Saat sejumlah media electronik, online dan cetak hendak meliput pagelaran tersebut, tidak diperkenankan oleh panitia. Bahkan, panitia sempat mengusir rekan media dari dalam sirkuit, hal ini menimbulkan pertanyaan terhadap media, entah kenapa peliputan itu dilarang.

Sempat terjadi cekcok mulut antara panitia dan awak media, karena tidak biasanya peliputan Road Race dilarang, padahal even tersebut di gelar setiap tahun di Probolinggo, dan belum pernah ada peliputan dilarang oleh panitia.

Sementara menurut para peserta balap Road Rice, di jalan protokol yang disulap menjadi arena balap itu, ternyata arena yang harus ditempuh pembalap terlalu jauh, selain jalan aspal yang licin, jalannya berlubang, sebagian pembalap merasa tidak maksimal bertanding.

“Kali ini aspalnya licin, treknya juga terlalu jauh, agak kesulitan bertanding di sirkuit ini, semoga tidak jatuh,”aku Riyan, salah satu pembalap yang akan bertanding.

Meski sirkuit sedikit membahayakan, namun pagelaran Road Race, terus dilanjutkan, meski para pembalap harus extra hati-hati. Sementara sirkuit yang berlubang, oleh panitia hanya diberi tanda cat putih.

Road Race yang dipertandingkan kali ini ada 4 kelas, pada bebek 4 tak, yakni bebek 150cc, bebek 125cc, bebek 150cc. Dan kelas motor bebek 2 tak lainnya, yang telah dimodifiikasi.

Pertandingan diikuti pembalap nasional dan lokal Probolinggo. (rof)