Pesan Damai Dari Masjid Istiqlal

Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Ustadz Bachtiar Nasir  menyerukan umat Islam bersabar dalam menghadapi fitnah yang menimpa umat Islam.

“Balaslah kejahatan dengan kebaikan yang paling baik,” ujar  Ustadz lulusan  Universitas Madinah, Arab Saudi ini. Bachtiar juga berpesan kepada umat Islam agar dapat menahan diri terhadap provokasi pihak tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah persatuan.

“Janganlah umat Islam gampangan marah. Kalau disulut kemudian ‘ngamuk-ngamuk’ maka akhlak kita dinilai jelek. Anda mau Indonesia (berpecah) seperti Suriah? Maka, kita harus bersatu dan berakhlakul karimah,” jelasnya.
Memiliki akhlakul karimah atau berakhlak yang baik, kata dia, harus dipraktikkan setiap Muslim. Hal itu berlaku juga di media sosial .

Bachtiar mengatakan pemerintah bukan musuh umat Islam. Jika sampai berpecah belah antara umat Islam dan pemerintah artinya pengadu domba berhasil melakukan aksinya. Menurutnya terdapat pihak-pihak yang tidak rela apabila sesama Islam bersaudara dan Muslim bersatu dengan pemerintahnya.

GNPF MUI yang dipimpinnya adalah organisasi yang menggelar aksi demontrasi masa paling fenomenal sepanjang sejarah Indonesia. Disebut-sebut aksi 2 Desemeber 2016 lalu atau biasa disebut aksi bela Islam 212  yang digelar di Jakarta telah memobilisasi peserta hingga 7 juta orang. Sebelumnya, pada 22 November 2016 GNPF MUI  juga berunjuk rasa dengan melibatkan massa dalam jumlah besar. Para pengunjuk rasa mengecam dan menuntut agar Ahok dihukum atas penghinaan Alquran Al Maidah 51 yang disampaikannya di Pulau Seribu.

Aksi 112 ini sedianya digelar dengan konvoi dari Monas menuju Hotel Indonesia. Namun, demi keamanan dan memenuhi imbauan kepolisian, aksi dipusatkan di Masjid Istiqlal Jakarta.

Sementara itu, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) sekaligus  Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Habieb Rizieq Syihab mengingatkan umat Islam untuk tidak lengah dengan musuh Islam termasuk dengan kasus penodaan agama oleh Ahok.

“Saya ingin ingatkan umat Islam yang ikut acara ini, bahwa kita harus terus menerus dan tidak boleh berhenti menguatkan ukhuwah islamiyah di antara umat Islam Indonesia saat ini. Kita tidak boleh bercerai-berai membela kalimah Allah dan membela agama Allah dan bangsa kita,” kata Habib Rizieq.

Ia mengatakan berbagai aksi bela Islam yang telah digelar sejak pertama hingga kemarin 212, termasuk hari ini 112 tidak lain dan bukan hanya digelar untuk mencari ridho Allah. “Apa pun resikonya kita tak peduli karena kita hanya mencari ridho Allah,” ujarnya.

Kepada pemerintah ia ingin mengingatkan  jangan sekali-kali aksi bela islam dipahami anti NKRI, anti Bhinneka Tunggal Ika, anti Pancasila. “Demi Allah, kami cinta NKRI, cinta kebhinnekaan dan cita Pancasila,” tegas Rizieq.
Habib Riziq Menengarai  ada gerakan gerakan yang ingin mengadu domba dengan pemerintah.
Karena itu ia bersyukur kemarin dirinya bersama pimpinan GNPF MUI telah bertemu Menkopolhukam Wiranto untuk berdialog dan menyamakan pemahaman. Rizieq berharap kesalahpahaman antara pemerintah dengan ulama dan umat Islam ini tidak terjadi lagi.