Tegal, reportasenews.com – Banjir yang melanda di Kecamatan Krandon, Kota Tegal kini makin parah. Sejak semalam ketinggian air mulai naik karena hujan terus mengguyur. Banjir kiriman yang sudah menggenangi perkampungan warga selama dua hari ini belum juga surut. Air kiriman dari Kabupaten Tegal terus membuat ketingian air naik.
Ketua RW 5, Harto mengatakan bahwa mulai pukul 01.00 malam ketinggian air mulai naik lagi Sekitar 10 cm, hingga membuat dapur umum ikut terendam.
“Dapur umum mulai terendam, BPBD dan warga mau memindahkan logistik ke tempat yang lebih aman. Tapi nunggu perahu karet, karena tidak bisa dijangkau mobil,” jelasnya kepada Reportasenews.com.
Harto menambahkan bahwa warga yang dievakuasi sementara hanya orang lanjut usia, anak-anak dan ibu hamil saja. Terlihat sejumlah pegawai puskesmas sudah bersiaga di sekitar lokasi banjir.
“Untuk pria masih memilih menjaga rumah masing-masing karena warga takut jika ada orang yang memanfaatkan kesempatan untuk menjarah barang-barang,” ujar Harto.
Banjir yang merendam sekitar 150 rumah warga Di Kecamatan Krandon dan Kecamatan Kaligangsa Kota Tegal diakibatkan jebolnya tanggul sungai Pemali di Kabupaten Brebes dan air kiriman dari Kabupaten Tegal.
Waryono, warga Kaligangsa mengatakan bahwa sungai Kaligangsa yang sealiran dengan sungai Pemali, karena sungai Pemali sudah tidak bisa menampung debit air yang semakin banyak sehingga meluap ke sungai Kaligangsa dan merendam perumahan warga.
“Daerah Kaligangsa dan Krandon sendiri diapit dua sungai, dan semua tanggul jebol sehingga perumahan yang tidak biasa banjir menjadi banjir semua,” jelasnya.
Waryono berharaparga berharap banjir yang sudah merendam rumahnya dengan ketinggian hingga mencapai 1 meter bisa segera surut.
“Aktifitas warga terganggu semua, warga hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah setempat,” tandasnya. (rizqi)

