Situbondo,reportasenews.com – Presiden RI Joko Widodo, Sabtu (3/2) melakukan kunjungan kerja ke Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur.

Dalam kunjungan ke Ponpes terbesar di Jawa Timur, selain menghadiri haul majemuk di Ponpes yang diasuh oleh KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, namun Presiden Jokowi juga menandatangani prasasti peresmian Universitas Ibrahimy, yang sebelumnya bernama Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Sukorejo, Situbondo.

“Saya akan memerintahkan kepada Menristik Dikti untuk segera menerbitkan SK perubahan status, paling lambat akhir Februari 2018,”ujar Jokowi.

Pantauan Reportasenews.com dilapangan, dalam kunjungan ke Ponpes yang mempunyai santri sebanyak 13 ribu lebih,  Presiden RI Jokowi didampingi istri, Ibu Iriana Jokowi dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN RI  Sofyan Jalil

Namun. Sebelum menghadiri haul majemuk di Ponpes Sukorejo, Presiden Jokowi dan rombongan menyempatkan diri untuk berziarah ke makam pahlawan nasional yang juga pengasuh kedua Ponpes Sukorejo, KHR As’ad Syamsul Arifin.

Usai berziarah  ke makam KHR Syamsul Arifin, serta ke makam pengasuh ketiga KHR Ahmad Fawaid As’ad, Presiden Jokowi dan rombongan melakukan silaturrahmi dengan pengasuh Ponpes Suorejo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy. Selanjutnya, presiden Jokowi menghadiri haul akbar.

Dalam kesempatan itu  Presiden Jokowi mengimbau kepada para ulama, kiai dan santri yang menghadiri Haul Majemuk Masyayikh dan Keluarga Besar Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo,  untuk senantiasa menjaga kerukunan, mengingat Indonesia merupakan bangsa yang besar dan hidup dalam kemajemukan.

“Kami memohon kepada para ulama, kiai dan santri agar kita selalu menyemai dan menyuburkan nilai-nilai kerukunan, karena sudah menjadi kodrat kita bangsa Indonesia hidup dalam kemajemukan,” kata Presiden Jokowi,  dalam sambutannya, Sabtu (3/2),

Presiden menyebutkan, Indonesia adalah bangsa yang sangat besar, dengan jumlah penduduk mencapai 260 juta jiwa, dengan 17 ribu pulau dan 714 suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan memiliki 1.100 lebih bahasa daerah.

“Dengan keberagaman ini, bagaimana Islam menjadi agama yang rahmatan lil’alamin. Rawatlah ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah demi Indonesia,” katanya.

Sementara itu, pengasuh pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah KHR Azaim Ibrahimy mengatakan, pelaksanaan Haul Majemuk Masyayikh merupakan kegiatan rutin setiap tahun guna mengenang sejarah perjuangan para masyayikh pendiri dan pengasuh pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dalam berjuang membela tanah air dan pondok pesantren.

“Haul ini sengaja dilakukan guna mengingat sejarah perjuangan para pendiri terdahulu melawan para komunis. Kami diamanati melanjutkan perjuangan para pendiri,” tegas Kiai Azaim.

Haul dilaksanakan setiap bulan Jumadil Ula dan tahun ini bertepatan dengan bulan Februari, dihadiri puluhan ribu orang yang terdiri dari para alumni, santri dan simpatisan dari nusantara dan beberapa alumni yang berasal dari negara di Asia Tenggara diantaranya, Malaysia, Thailand, Singapura dan Brunai Darussalam.

Kiai Azaim juga menyinggung soal penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada KHR As’ad Syamsul Arifin oleh Presiden Jokowi pada tahun 2016 lalu.

Hadir dalam kegiatan haul majemuk di Ponpes Sukorejo, ketua DPP PPP Rumahurmuzy, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto.(fat)