Situbondo,reportasenews.com – Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-5 Tahun 2020, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  bersama Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, dan sejumlah instansi  vertikal di Jawa Timur, melakukan gowes keliling Kota Situbondo, dengan menggunakan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat, Minggu (25/10/2020).

Usai melakukan gowes Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya sengaja memilih mengenakan sarung di Kota Situbondo, dalam momen peringatan HSN ke-5 Tahun 2020, mengingat Situbondo mempunyai  tagline atau slogan sebagai Kota Santri.

“Selain menerapkan Prokes Covid-19 secara ketat, namun dalam gowes memperingati HSN,  kami juga mengingatkan  kepada warga di Jatim, untuk tetap disiplin terhadap Prokes Covid-19,”kata Khofifah Indar Parawansa, Minggu (25/10/2020).

Menurutnta, setiap melakukan gowes ditengah pandemi Covid-19, pihaknya  sengaja mengajak sejumlah intansi vertikal di Jawa Timur. Harapannya, dengan melibatkan instansi vertikal  ada penguatan  ekonomi di Jatim, yang  berseiring dengan tetap menjaga  protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

“Oleh karena itu, kami  mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen  masyarakat di Jatim, yang sudah makin patuh terhadap Prokes Covid-19. Bahkan, sudah tiga minggu Jawa Timur keluar dari zona merah Covid-19,”ujar Khofifah.


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  bersama Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, dan sejumlah instansi  vertikal di Jawa Timur, melakukan gowes keliling Kota Situbondo. (foto:fat)

Menurutnya, pada Selasa 20 Oktober 2020 lalu, sebanyak 50 persen daerah di Jatim sudah zona kuning dan 50 persen lain masuk zona orange. Oleh karena itu, pihaknya berharap daerah yang masuk zona kuning menjadi hijau, yang  berarti semuanya  bisa terkendali,  karena ini akan berseiring dengan format pergerakan ekonomi di Jawa Timur,

“Selain itu, dalam pemulihan ekonomi masyarakat ditengah pandemi Covid-19, sejumlah bank di Jatim  telah menggelontorkan dana hibah, seperti dana hibah berbentuk Banpres produktif sebesar Rp.2,4 juta, sehingga dengan dana hibah  tersebut diharapkan, melemahnya UMKM ditengah pandemi Covid-19 di Jatim, diharapkan bangkit kembali,”bebernya.

Lebih jauh Khofifah menambahkan, untuk melakukan pemulihan ekonomi, sejumlah instansi vertikal di Jatim seperti OJK dan BI  sudah blusukan turun untuk mencari produk-produk yang perlu didorong.”Sehingga dengan produk-produk yang akan didorong, seperti sejumlah tempat wisata di Kabupaten Situbondo itu, akan dapat memulihkan perekomian di Jatim,”imbuhnya.

Khofifah menegaskan, menjelang libur panjang, pihaknya juga menghimbau kepada para warga Jatim yang sudah lansia dan  komorbid, agar tidak keluar rumah atau berwisata ditengah pandemi Covid-19, mengingat lansia dan komorbid itu rawan dan beresiko tinggi.

“Kami tidak melarang warga Jatim untuk berwisata, namun bagi warga hendak berwisata tetap mentaati prokes Covid-19, sedangkan penyelanggara wisata juga harus menerapkan prokes Covid-19 secara ketat, karena rakyat sehat  ekonomi juga akan sehat. Bahkan, proses demokrasi juga akan sehat,”pungkasnya.(fat)