Bupati Situbondo Dadang Wigiarto mengatakan, pihaknya berpesan kepada direktur baru untuk melakukan konsolidasi di awal kepemimpinannya. Terutama diinternal PDAM. “Konsolidasi itu harus dilakukan. Sebab, dengan pergantian pucuk pimpinan berpotensi menimbulkan gejolak,” kata Bupati Dadang Wigiarto, Selasa (6/5/2020).
Menurutnya, sekecil apapun gejolak itu, harus bisa dikelola dengan baik. Sebab, jika dibairkan tanpa ada penanganan, bisa menjadi bibit perpecahan. “Pemimpin baru dituntut lebih baik. Itu tidak bisa tanpa konsolidasi,”ujar Bupati Dadang Wigiarto.
Kepada direktur lama, bupati mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini. Dia mengatakan, sejumlah loncatan capaian prestasi PDAM, tidak lepas dari peran Jamal Fajri sebagai direktru sebelumnya.
Tentu, di balik capaian prestasi tersebut, sudah pasti ada kekekurangan dan kelemahan. Inilah yang harus diperbaiki direktur baru. “Harus dijadikan semangat untuk melakukan perbaikan-perbaikan tanpa meninggalkan hal baik yang sudah dilakukan,” pungkas Dadang.
Sementara itu, Direktur PDAM baru, Asy’ari mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan suport dan dukungan semua pihak dalam menjalankan roda perusahaan untuk lima tahun ke depan. Dia berjanji akan menjalankan amanah yang diberikan kepadanya dengan baik.
“Kami memberikan penghargaan kepada bupati yang telah mempercayakan kepada internal PDAM untuk memegang kembali estafet kepemimpinan ini. Saya akan menjalankann dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Asy’ari juga menyampaikan terima kasih kepada direktur sebelumnya, Jamal Fajri. Menurutnya, direktur lama telah memberikan banyak pelajaran berharga. “Pak Jamal telah memberikan contoh tentang semangat kerja. Itu akan kami tingkatkan agar PDAM lebih baik lagi,”bebernya.(fat)

