Time For Mou To Behave And For Ibra To Save
Para pundit mengeritik keras Mou atas sikapnya yang cenderung kehilangan kendali menyusul hasil buruk Manchester United. Terakhir, FA menjatuhkan sanksi terhadapnya berupa larangan mendampingi timnya, setelah dia menendang botol minuman di pinggir lapangan saat Man U ditahan imbang oleh West Ham pada pekan ke-13.
“Saya dapat memahami rasa frustrasi pada dirinya, tapi Mou harus bisa membuktikan dirinya karena kinerjanya akan senantiasa dibandingkan dengan pencapaian Sir Alex Ferguson bahkan Louis van Gaal,†ungkap Martin Keown mantan pemain Arsenal yang kini menjadi pundit.
Coach Jose Mourinho mungkin bisa memulai the Man U resurrection, kebangkitan timnya, melalui konsistensi, strategi dan taktik yang jitu kontra Spurs nanti.
Dia mesti memastikan pasangan permanen buat Paul Pogba di lini tengah, dan, pemain yang dia butuhkan tak lain adalah Michael Carrick. Manchester United pun harus berani tetap bermain offensive dengan tiga penyerang yang dipimpin Zlatan Ibrahimovic.
Jika pilihan formasinya 4-2-3-1, maka dua penyerang sayap mestinya Jesse Lindgaard atau Henrikh Mkhitaryan dan Anthony Martial, sementara Wayne Rooney bermain di belakang Ibra.
Tapi, apabila Mou benar-benar mau menang maka 4-3-3 menjadi opsi yang lebih menjanjikan karena formasi ini memungkinkan fungsi Juan Mata lebih maksimal dan, yang terpenting, Pogba dapat bermain lebih dekat dengan Ibra.
Formasi dan komposisi ini menjanjikan pertahanan yang solid (karena faktor Carrick), serangan yang terancang baik dan lebih tajam, serta lebih memberi jaminan lahirnya gol lewat kombinasi Ibra bersama Pogba yang sangat padu. Bahkan, Mata jadi bisa diandalkan untuk mencetak gol dari secondline, bukan Rooney.
Martial sendiri, kalau diberi kebebasan untuk berani menusuk ke tengah dan menembak, dapat diandalkan sebagai pencetak gol, sama dengan Lingaard atau Mkhitaryan.
In any case, Ibra tetaplah andalan utama Man U di lini depan. Wajar, Coach Mourinho berharap banyak dari sang topscorer timnya ini karena Ibra sejauh ini telah menyarangkan total 12 gol di seluruh kompetisi bersama Man U pada musim ini. Catatan gol Ibra di Liga Primer, delapan gol dari 14 pertandingan, cukup impresif mengingat usianya yang kini 35 tahun.
Obviously, sangatlah gamblang, andai Ibra mendapatkan mitra yang pas dan support maksimal dari tengah maka dia berpotensi untuk, lagi-lagi, menyelamatkan Manchester United sekaligus…to save Mou!

