Breaking News
Trending Tags

Menakar Ongkos Rp61 Triliun untuk 100 Jam Pertama AS vs Iran

  • calendar_month 24 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERANG makan banyak biaya.” Kalimat legendaris dari Iwan Fals itu bukan sekadar lirik lagu, melainkan kebenaran brutal yang kini kembali menghantui koridor kekuasaan di Washington. Dalam tensi yang memanas antara Amerika Serikat melawan Iran (beserta proksinya), perang telah bermetamorfosis menjadi sebuah persaingan ekonomi yang menguras kas negara dalam kecepatan yang mencengangkan.

Analisis terbaru dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyajikan potret yang membuat bulu kuduk berdiri: untuk 100 jam pertama operasi militer, Amerika Serikat telah menghamburkan sekitar 3,7 miliar dolar AS—atau setara Rp 61 triliun dengan kurs Rp 16.500 per dolar. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cermin betapa mahalnya harga sebuah ambisi geopolitik.

Ironi Munisi Berteknologi Tinggi

Banyak yang mengira biaya perang tersedot untuk logistik prajurit di lapangan. Nyatanya, laporan CSIS mengungkap realitas yang berbeda. Sekitar 84 persen dari total anggaran—atau sekitar 3,1 miliar dolar—habis hanya untuk mengganti amunisi yang ditembakkan.

Dalam 100 jam pertama, tercatat sekitar 2.600 munisi dilepaskan untuk melumpuhkan 2.000 target di Iran. Kita bicara tentang senjata dengan label harga fantastis: rudal jelajah Tomahawk senilai 3,6 juta dolar per unit, bom presisi JDAM seharga 80 ribu dolar, hingga rudal Patriot yang dibanderol 4 juta dolar per batang untuk menangkal serangan balik. Belum lagi operasi udara yang menelan 125 juta dolar di fase awal, dan operasi laut yang menyedot 64 juta dolar.

Di luar itu, “kerugian operasional” berupa kerusakan pangkalan di Timur Tengah dan insiden salah tembak yang merenggut tiga jet F-15 menambah beban kerugian hingga 359 juta dolar. Ini adalah pengingat bahwa dalam perang modern, satu kesalahan teknis saja bisa membakar jutaan dolar dalam hitungan detik.

Jebakan “Cost Asymmetry”

Namun, masalah terbesar AS bukan hanya pada mahalnya harga senjata mereka, melainkan pada fenomena cost asymmetry atau ketimpangan biaya yang mencolok.

Iran, dengan cerdik, menggunakan taktik perang asimetris. Mereka meluncurkan ribuan drone “kamikaze” yang harganya mungkin hanya 20 ribu dolar per unit, beradu dengan rudal pencegat AS yang harganya bisa ratusan kali lipat lebih mahal. Ketika Washington harus mengeluarkan jutaan dolar untuk menjatuhkan satu drone murahan, siapa sebenarnya yang sedang mengalami “kebocoran” ekonomi lebih dalam?

Dalam skenario ini, efisiensi militer telah kalah oleh efisiensi modal. Amerika terpaksa menanggung biaya yang tidak proporsional hanya untuk mempertahankan superioritas udara dan keamanan aset mereka.

“The Guerrilla Wins if He Does Not Lose”

Di sinilah letak jebakan sesungguhnya. Amerika Serikat terjebak dalam perang asimetris di mana parameter kemenangan menjadi sangat bias. Bagi militer konvensional seperti AS, kemenangan didefinisikan secara mutlak: mengalahkan dan menduduki. Namun, bagi Iran, kemenangan tidak harus melalui penghancuran total musuh. Bagi mereka, bertahan hidup dan tetap berdiri tegak setelah 100 jam, 1.000 jam, atau berbulan-bulan diserang, sudah merupakan sebuah kemenangan politik dan moral.

Mengingat kembali ucapan mantan Menlu AS, Henry Kissinger, “The conventional army loses if it does not win. The guerrilla wins if he does not lose,” kita kini melihat definisi tersebut sedang diuji di Timur Tengah.

Jika perang ini berlarut, biaya yang puluhan miliar dolar saat ini hanyalah pembuka jalan menuju lubang hitam fiskal yang jauh lebih dalam. Pada akhirnya, perang modern bukan lagi soal siapa yang memiliki rudal paling banyak atau tercanggih, melainkan siapa yang memiliki napas ekonomi paling panjang. Dan sejauh ini, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa Amerika sedang membayar harga yang sangat mahal hanya untuk mempertahankan status quo. (*)

Penulis: Iwan Hermawan | Wartawan Militer dan Pertahanan

  • Penulis: Saparuddin Siregar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Ini Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Berpuasa 

    Ini Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Berpuasa 

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Handa
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews.com – Masalah bau mulut selama berpuasa di bulan Ramadhan menjadi  hal yang cukup mengganggu dan menimbulkan ketidakpercayaan diri  saat beraktivitas  beraktivitas.  Ada yang mengaitkan masalah bau mulut ini dipicu  oleh jenis makanan yang dikonsumsi saat santap saur. Bau mulut itu sendiri secara umum  lebih sering dipicu oleh kondisi mulut yang kering. Selama berjam-jam […]

  • Menteri PU Pastikan Jalur Medan-Sibolga Siap Dilalui untuk Mudik 2026

    Menteri PU Pastikan Jalur Medan-Sibolga Siap Dilalui untuk Mudik 2026

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Saparuddin Siregar
    • 0Komentar

    Medan, ReportaseNews – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memberikan perhatian khusus pada jalur nasional Medan menuju Sibolga dalam menyambut momentum mudik Lebaran 2026. Mengingat karakteristik geografis yang rawan bencana, strategi mitigasi berupa penempatan alat berat dan posko taktis menjadi prioritas utama untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas di wilayah Sumatera Utara ini. Menteri Pekerjaan Umum Dody […]

  • Jaringan Pengedar Sabu Lintas Kabupaten Diringkus di Paluta

    Jaringan Pengedar Sabu Lintas Kabupaten Diringkus di Paluta

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Saparuddin Siregar
    • 0Komentar

    Paluta, ReportaseNews – Upaya licin para pengedar narkoba untuk mengelabui aparat kepolisian kembali menemui jalan buntu. Personel Polsek Padangbolak berhasil menggulung jaringan penyalahgunaan sabu dalam sebuah operasi pengembangan yang dramatis di wilayah Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) pada Senin (2/3/2026). Penangkapan ini bermula dari kecurigaan petugas terhadap seorang pria berinisial HAY (33) yang tengah duduk di […]

  • Polda Metro Jaya menangkap pelajar berinisial RF di Cililitan, Jakarta Timur, dengan barang bukti 2.000 butir ekstasi yang hendak diedarkan. (Ist)

    Bawa 2.000 Ekstasi di Jakarta Timur, Remaja di Jaktim Ditangkap Polisi

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis ekstasi di wilayah Jakarta Timur. Seorang pria berinisial RF (24) diamankan saat diduga hendak mengedarkan ribuan pil ekstasi di kawasan Cililitan. ‎RF ditangkap oleh Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Penangkapan dilakukan di […]

  • Direktur PT Sinyalta Polisikan Wartawan, Isu Izin ISP Memanas

    Direktur PT Sinyalta Polisikan Wartawan, Isu Izin ISP Memanas

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Saparuddin Siregar
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Konflik panas antara pengusaha penyedia jasa internet (ISP) dengan insan pers di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berlanjut ke ranah hukum setelah aksi saling lapor mencuat ke publik. Ketegangan yang bermula dari upaya konfirmasi jurnalistik berujung pada laporan polisi terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta pencemaran nama baik. […]

  • Undangan Pernikahan Virgoun dan Lindi Fitriyana Beredar, Akad Digelar 26 Februari 2026 di Gading Serpong

    Undangan Pernikahan Virgoun dan Lindi Fitriyana Beredar, Akad Digelar 26 Februari 2026 di Gading Serpong

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Ferdy Ferdy
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Kabar bahagia datang dari dunia musik Tanah Air. Undangan pernikahan penyanyi Virgoun dengan perempuan bernama Lindi Fitriyana beredar luas di kalangan publik dan penggemar. Dalam undangan yang beredar, pelantun lagu “Surat Cinta untuk Starla” itu dijadwalkan melangsungkan akad nikah pada Kamis, 26 Februari 2026. Prosesi sakral tersebut akan dimulai pukul 16.00 WIB. […]

expand_less