Reportasenews.com – Buat maniak selfie, kamera satu ini jangan diabaikan. Ini kamera yang sangat menyenangkan dipakai buat selfie sekaligus menjalankan hobi fotografi. Harganya termasuk enak dikantong karena dia termasuk kamera interchangeable lens kelas pemula.
Panasonic Lumix DMC-GX850 (atau dikenal sebagai GX800 dan GF9 di beberapa wilayah) adalah kamera yang paling ringkas dan menggunakan sensor Four Thirds 16MP yang sama dengan beberapa saudara kandungnya. Dijual dengan zoom 12-32mm yang dapat dilipat, fitur stand-out termasuk LCD touch-touch 180 derajat, Panasonic Depth-from-Defocus AF yang sangat bagus dan pengambilan video 4K.
Pada intinya GX850 merupakan gabungan dari GF-style bergaya Panasonic dengan garis GM yang sangat kompak dan menggantikan GM5 dan GF8. Namun, saudaranya yang paling mirip saat ini di pasaran adalah GX85 EVF-sport yang lebih besar.
Fitur utama:
16MP Empat Thirds MOS sensor
Pengambilan video 4K / 30 / 24p
Mode Foto 4K untuk 8MP tetap pada 30 fps
5 fps semburan dengan AF kontinyu
3 “LCD touch-touch 1.04M dapat diputar 180 derajat
Wifi tersedia untuk memudahkan transfer
Konsumen kamera ini adalah pengguna biasa yang mencari kamera kompak untuk mendokumentasikan teman atau keluarga. Pengguna ini adalah seseorang yang lebih memilih layar selfie untuk EVF dan lebih menyukai kemudahan penggunaan dan kekompakan. Karena pembeli kamera lifestyle ini cenderung menggunakan kamera untuk berbagai jenis fotografi, kita akan melihat kinerjanya dalam berbagai situasi.
Meskipun GX850 adalah kamera entry-level Panasonic, segmen pasar mirrorless ini memiliki banyak pesaing kuat untuk dipilih.
Ukuran kecil kamera, kemampuan sentuh dan layar selfie menjadikannya pilihan yang menarik untuk secara candid menangkap gambar teman, keluarga, dan hewan peliharaan.
Perilaku paparan default dalam mode otomatis penuh, yang disebut Intelligent Auto (iA), sangat responsif: kamera mencoba mempertahankan kecepatan rana yang lebih tinggi dari focal length atau lebih. Namun, jika kamera merasakan gerakan subjek dalam mode iA, secara otomatis akan meningkatkan kecepatan rana, dengan mengorbankan sensitivitas ISO.
Dan jika kecepatan rana turun terlalu rendah karena kurangnya cahaya, kamera akan memperingatkan user bahwa shot mungkin akan kabur akibat guncangan kamera. GX850 tidak pernah menyemburkan lampu kilat pop-up, kecuali jika user melakukannya.
Saat memotret subjek bergerak seperti anak-anak atau hewan peliharaan di dalam rumah, GX850 tidak selalu memilih mode yang cukup cepat untuk membekukan aksi, bahkan jika merasakan gerakan. Salah satu cara di jika menghadapi situasi ini adalah dengan mengalihkan kamera ke mode ‘Sport / Action’, yang ditunjukkan oleh sosok kecil yang sedang bergerak cepat. Namun mode ini tetap tidak akan selalu memberikan kecepatan rana yang cukup cepat, namun harus menjadi pilihan yang lebih baik daripada setting auto lainnya.
Ini adalah kamera yang bagus untuk foto teman santai. Dan jika kita meluangkan waktu untuk memproses file Raw, kita bisa mendapatkan beberapa hasil bagus.
Sebagian besar pengguna kamera ini akan memakai mode JPEG dan benar-benar puas karena ada 7 Profil Gambar JPEG yang dapat dipilih dan 22 efek Filter Kreatif. Namun untuk mendapatkan hasil maksimal dari GX850, direkomendasikan untuk melakukan pemotretan.
Ada juga beberapa filter ‘mempercantik’ yang bisa diterapkan untuk membuat selfie, termasuk filter ‘Soft Skin’ dan ‘Slimming Effect’. Kedua hal ini disesuaikan melalui slider mulai dari 0-10. Ada juga pilihan defocus latar belakang yang mensimulasikan kedalaman dangkal lapangan. Dan firmware versi 1.1 menambahkan beberapa tambahan ‘Beauty Retouch’ yang bisa diaplikasikan di postingan. Pilihan ini sangat menyenangkan untuk dicoba.
Berbagi foto dengan GX850 juga cukup mudah. Ada beberapa cara untuk menghubungkan kamera ke perangkat seseorang tapi harus mendownload Panasonic Image App terlebih dahulu, meski sayangnya kamera tersebut tidak menawarkan NFC untuk mempermudah pengguna Android. (Hsg)

