Depok, reportasenews.com – Korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang disertai ancaman pembunuhan, NM (24), warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok masih mengalami trauma atas perilaku suami sendiri.
Lebih parahnya, kejadian itu dilakukan Prima Adi (32) dihadapan buah hatinya yang masih berusia tiga tahun. Tepatnya di Oka Biliar yang tak jauh dengan Polresta Depok tempat dimana pelaku melakukan kekerasan, menelanjangi, bahkan memvideokan istrinya.
“Puluhan kali dia memukul serta menendang saya. Awalnya di rumah teman, Jalan Siliwangi, dan Oka Biliar. Di Oka Biliar saya sempat keluar darah dan ditelanjangi di depan anak saya,” ujar NM di kediamannya kepada wartawan, Selasa (24/7) malam.
Persis di depan buah hatinya yang menangis, Prima mengancam kekerasan yang dilakukannya akan disebar melalui rekaman video.
Puas akan aksinya hingga menyebabkan sekujur tubuhnya terluka dan berdarah Prima meninggalkan NM begitu saja.Akan tetapi, sebelum meninggalkan istrinya Prima mencukur rambut  hingga hampir plontos. “Saya ditanya dia, mau dipukulin terus atau rambut dicukur. Karena saya sudah luka dan berdarah terpaksa jawab rambut saja dipotong,” katanya.

Dari kondisi yang terjadi, seorang teman Prima yang tak tega melihat ibu anak satu itu langsung mengantarkan pulang ke rumah NM. Setelah membersihkan luka di tubuh beserta wajahnya, NM hendak menuju ke unit PPA Polresta Depok untuk melaporkan kasusnya.
“Teman-temannya sempat menegur suami saya, tapi mereka mengira kalau saya ini selingkuh jadi enggak terlalu membela. Pas ditinggal di lantai atas itu saya diantar pulang sama temannya. Habis itu baru melapor ke polisi,” ucapnya.Usai membuat laporan yang tercatat STPLP/1934/K/VII/2018/PMJ Resta Depok NM menjalani visum di Rumah Sakit Harapan Bunda.Hasilnya, NM dinyatakan mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya.

“Dia nggak pulang ke rumah hingga kini, saya enggak tahu dia ke mana. Memang biasanya dia jarang pulang juga sih. Semoga dia cepat ditangkap polisi, ini saya juga mau minta cerai,” tuturnya.

Beberapa saat sebelumnya NA juga sempat dibawa ke Oka Biliard dan mendapat perlakuan serupa.Lantaran ditegur temannya, Prima sesaat berhenti melakukan aksinya dan memaksa NM untuk berjalan kaki hingga rumahnya.

Sekira tiga kilometer berjalan, tepatnya di Jembatan Panus NM dirobek bajunya. Meski telah meminta pertolongan tak satupun pengendara maupun warga sekitar menolongnya.

Karena merasa di atas angin, korban ditendangi dari atas motornya ketika berjalan dan mengancam bakal membunuh NM.
“Jika saya tidak telanjang, saya mau dilempar dari atas Jembatan Panus. Dia ancam saya mau nusuk kepala saya pake kunci motornya. Akibat saya tetap nggak mau akhirannya baju saya dirobek,” tandasnya. (jan/ltf)