Pemerintah Tegaskan Konser Israel Houghton di Jakarta Tak Berizin
- calendar_month 22 menit yang lalu
- print Cetak

Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan menerbitkan izin pertunjukan dan visa bagi Israel Houghton untuk konser di Jakarta pada 24 Oktober 2026. (Instagram/israelhoughton)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Pemerintah Indonesia memastikan konser musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup Israel & New Breed tidak akan digelar di Indonesia. Pemerintah menyatakan tidak akan menerbitkan izin pertunjukan maupun visa khusus bagi musisi tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengatakan keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan aspek keamanan dalam negeri serta kebijakan luar negeri Indonesia terkait Palestina.
“Kami menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan rencana pertunjukkan musisi asal Amerika Serikat (AS) Israel Houghton bersama grup musiknya Israel and New Breed di Indonesia,” kata Yusril dalam siaran pers video di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Israel Houghton dan Israel & New Breed sebelumnya dijadwalkan menggelar konser bertajuk Till The Whole World Knows di Mall Kasablanka, Jakarta Selatan, pada 24 Oktober 2026.
Rencana konser tersebut mendapat penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat dan aktivis pro-Palestina di Indonesia. Penolakan muncul karena Israel Houghton dinilai memiliki sikap politik yang mendukung Israel dalam konflik dengan Palestina.
Yusril mengatakan pemerintah telah menerima informasi bahwa Mall Kasablanka telah mengeluarkan pemberitahuan mengenai pembatalan konser tersebut. Namun, pemerintah juga memperoleh informasi bahwa penyelenggara berencana memindahkan lokasi pertunjukan ke Graha Pengharapan di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan.
Pemerintah, kata Yusril, telah melakukan pengecekan terhadap informasi perpindahan lokasi tersebut.
“Dan kami belum mendapat kepastian apakah tempat tersebut memang akan betul digunakan untuk kegiatan pertunjukkan ini,” kata Yusril.
Meski lokasi konser belum dipastikan, pemerintah telah mengambil keputusan terkait aspek administrasi. Yusril menegaskan pemerintah tidak akan memberikan izin pertunjukan maupun visa khusus kepada Israel Houghton untuk datang ke Indonesia dalam rangka menggelar konser.
“Masalah ini menjadi concern pemerintah, karena kegiatan musik ini ditengarai dimanfaatkan untuk melakukan suatu kampanye politik untuk mendukung Israel. Dan kita menganggap itu tidak sejalan dengan politik luar negeri kita, dan juga tidak sejalan dengan dukungan kita terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam mencapai kemerdekaan,” ujar Yusril.
Selain pertimbangan politik luar negeri, pemerintah mempertimbangkan kondisi keamanan di dalam negeri.
“Lain daripada itu, yang paling mendasar adalah pertimbangan masalah keamanan di dalam negeri kita sendiri,” ujar Yusril.
Yusril menyebut pemerintah juga telah menelusuri pihak yang menjadi promotor konser tersebut. Berdasarkan penelusuran, event organizer (EO) Banyak Bagus Entertainment yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia, disebut menjadi promotor kegiatan tersebut.
Sementara itu, penjualan tiket di Indonesia dilakukan secara daring melalui Tiket Melon dan Megatick. Namun, hingga Senin, Yusril mengatakan pihak promotor belum mengajukan permohonan izin pertunjukan kepada otoritas keamanan.
Dari sisi keimigrasian, pemerintah juga belum menerima pengajuan visa khusus bagi Israel Houghton untuk menggelar pertunjukan di Indonesia.
“Dan untuk mengantisipasi semua itu, yang pertama adalah pertimbangan keamanan di dalam negeri, kedua adalah perkembangan politik luar negeri, maka pemerintah mengantisipasi sekiranya diajukan permohonan pertunjukkan, dan kemudian permohonan visa, maka itu tidak akan diberikan,” ujar Yusril.
Israel Houghton Pernah Datang ke Indonesia
Yusril mengatakan keputusan pemerintah juga mempertimbangkan perkembangan serupa di Malaysia, yang disebut belum memberikan izin bagi konser Israel Houghton.
Pemerintah kemudian menelusuri riwayat perjalanan musisi tersebut melalui data keimigrasian. Dari penelusuran itu, Israel Houghton diketahui pernah datang ke Indonesia pada Januari 2026.
Namun, Yusril memastikan kedatangan tersebut dilakukan dalam kapasitas sebagai wisatawan, bukan untuk menggelar pertunjukan musik.
“Sebenarnya kami mengetahui bahwa Israel Houghton itu pernah datang ke Indonesia pada bulan Januari 2026 sebagai turis,” kata Yusril.
Menurut Yusril, Israel Houghton berada di Indonesia selama dua hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Manila, Filipina.
“Tapi kalau misalnya ingin melakukan kegiatan pertunjukkan musik, tentu pertunjukkan itu harus dengan visa khusus. Bukan visa turis,” kata Yusril.
Dengan keputusan tersebut, pemerintah memastikan setiap pengajuan izin pertunjukan maupun visa khusus untuk konser Israel Houghton akan ditolak apabila diajukan oleh penyelenggara.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar