Pontianak, reportasenews.com – Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo akhirnya buka suara terkait rumor yang menyatakan ia mengundurkan diri. Di hadapan sekitar 200 orang pendukungnya di kediamannya di Kompleks Mediterance Palace Sungai Raya Dalam Pontianak, mengelar konferensi pers di hadapan awak media, Sujiwo sambil menyeka air matanya menyatakan rumor itu benar dan dirinya memang akan mengajukan pengunduran dirinya dari jabatan wakil Bupati Kubu Raya yang baru dijabatnya satu tahun empat bulan.
Sujiwo menegaskan, meski mundur dari jabatan Wakil Bupati bukan berarti dirinya melupakan masyarakat kabupaten Kubu Raya.
“Saya mencintai rakyat dan daerah Kabupaten Kubu Raya, rasa cinta saya sangat besar, dan saya telah mengambil keputusan via Wa kepada Bupati dan juga niat saya ini juga telah saya sampaikan ke Gubernur, dan saya bersama keluarga masih bisa tetap mengabdikan dirinya dengan caranya sendiri, dan tetap melayani rakyat Kabupaten Kubu Raya, toh selama ini saya berbuat untuk kepentingan masyarakat banyak Kabupaten Kubu Raya,” kata Sujiwo.
Sujiwo menegaskan jabatan itu adalah alat dan merupakan kendaraan untuk perjuangan dan mengabadikan diri kepada rakyat dan daerah.
Namun selama menjabat wakil bupati Kubu Raya dirasakan tidak ada manfaatnya lagi, dan tidak dirasakan lagi kemashalatan kepada rakyat, maka pilihannya jabatan wakil bupati Kubu raya akan dilepaskan.
“Selama saya menjabat sebagai wakil bupati, saya tidak bisa menggunakan jabatan ini sebaik-baiknya, saya minta saudara Bupati dan Sekda untuk jujur sejujurnya atas perlakuan mereka kepada saya. Saya akan beberkan semuanya pada suatu ketika nanti,” ucapnya.
Sujiwo ingat pesan Gus Dur, jabatan itu tak perlu dipertahankan dengan mati-matian jika jabatan itu tak memberikan kemaslahatan dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat banyak.
“Saya tidak ingin mengorbankan masyarakat dan daeeahy, tapi saya akan mengorbankan diri saya jalan saya, saya akan berjuang dan megabdi dengan jalur lain dan kapasitas saya yang lain, tapi selama saya jadi wakil Bupati tidak bisa melakukan apa apa,” ungkapnya.
Sujiwo berharap adanya ketegasan Bupati dan Sekda atas perlakuannya kepada dirinya. bahkan Sujiwo mengancam akan membeberkan semua perlakuan yang selama ini dirasakannya selama menjabat Wakil Bupati Kubu Raya.
“Tidak mungkin saya mengambil sikap seperti ini, jika ada tidak ada perlakuan semena mena terhadap saya,ada staf yang tidak berani bertemu, malah yang berfoto dengan saya saat pembagian sembako, langsung dipindah tugaskan. Ini demi cinta saya kepada daerah,” ucapnya.
Sujiwo akan menyampaikan pengunduran dirinya tertulis secara resmi ke DPRD Kubu Raya dan partai pengusungnya pada Senin (22/6/2020) pekan depan.
“Yakinlah ini keputusan terbaik saya, saya mohon doa dan dukungannya, daripada saya bertahan sebagai wakil bupati, namun tidak diperlakukan sebagai wakil bupati, serta harapan rakyat yang begitu besar kepada saya, tapi saya tidak dapat memenuhi harapan itu, makanya saya akan berjuang melalui jalur lain dan berjuang ke pemerintah provinsi dan pusat. dulu saat sama sama berjuang, teriak itu kita, saat menang itu kami, setelah menang selalu mengatakan aku,” ujarnya.
Sujiwo menyebut putusan mundur ini sebagai wujud jiwa kesatria yang dididik orangtuanya. Karena itu ia merasa tak bisa berpura-pura bersih karena dirinya memang belum bersih. Ia meminta masyarakat Kubu Raya memahami kondisi yang dialaminya saat ini.
“Makanya saya jelaskan semua, dan biarkan saya yang ambil keputusan ini, biarkan saya yang menjadi korban dan bukan masyarakat yang menjadi korban, biarkan saya buktikan semuanya, soal perjanjian itu sudah saya lupakan, nanti akan saya sampai kan semua nya. Silahkan bongkar semua kebobrokan saya, tapi saya menantang Bupati untuk jujur dan terbuka kepada masyarakat daerah ini,” tutupnya.
Usai menyampaikan pernyataan resminya dihadapan pendukungnya, Sujiwo meminta masyarakat pendukungnya meninggalkan kediamannya, dan membubarkan diri, tidak berkerumun untuk menerapkan protokol kesehatan Covid 19, sembari terus memantau dan mengikuti proses pengunduran dirinya di tahapan selanjutnya.
Sujiwo berpasangan dengan Muda Mahendrawan maju sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya dengan 7 partai pengusung yakni PDI-P, PPP, PKS, Demokrat, Hanura, Nasdem, Gerindra. Ia dan Muda Mahendrawan dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya periode 2019 – 2024 pada Februari 2019.
Putusan mundur ini membuat massa pendukung Sujiwo merasa bersedih dan berharap sang wakil Bupati Kubu Raya membatalkan niatnya untuk mundur dari jabatan Wakil Bupati Kubu Raya. (das)

