Habis Sanksi, Raihlah Prestasi
Minggu lalu, dalam ulasan menjelang partai Indonesia kontra Singapura, penulis menyadari telah terbawa semangat nasionalisme sehingga justru memilih angle tentang peluang Timnas untuk mengatasi Singapura. Sekarang, banyak diantara kita hanyut dalam nasionalisme yang meluap-luap, larut dalam euphoria..
Ini suatu perasaan luar biasa yang, penulis yakin, menguasai setiap individu yang bangga menjadi orang Indonesia. Setelah sempat setahun lebih menderita akibat sanksi FIFA, menyusul kisruh sepakbola nasional, kini saatnya Indonesia harus berani menggapai prestasi!
Sekarang Timnas memang baru menapak ke semifinal, belum final. Itu betul. Tapi, kita sadar bahwa realitas persaingan sepakbola di kawasan Asia Tenggara kini semakin ketat karena semua negara mencoba memacu kinerja tim nasional masing-masing dengan sangat serius dan keras.
Faktanya, Singapura dan Malaysia bahkan tuan rumah Filipina saja tersingkir di penyisihan grup Piala AFF kali ini. Kita tahu Malaysia memiliki kompetisi liga yang rapi dan lebih punya capital dibanding kompetisi disini.
Peluang yang sekarang terbentang untuk melangkah lebih jauh di kancah sepakbola antar negara yang diakui FIFA ini harus diambil dan dimaksimalkan oleh Timnas. Para pemain dan tim pelatih, bahkan kita semua masyarakat Indonesia ingin Tim Garuda terbang meraih prestasi tinggi.

