Lini Belakang Perlu Lebih Disiplin, Terorganisir dan Komunikatif

Sektor yang paling sering disorot dalam tiga penampilan Timnas adalah lini belakang karena  kebobolan tujuh gol. Bahkan, beberapa gol diantaranya tergolong gol mudah atau akibat dari kecerobohan sendiri.

Barisan belakang hingga penjaga gawang Timnas agaknya merupakan lini yang, dalam pandangan Riedl, sudah given. Tak bisa diganggu gugat. Kurnia Meiga adalah penjaga gawang nomor satu. Tapi, Andritany Ardyasa dan Teja Paku Alam juga sangat siap untuk tampil bila diperlukan.

Sementara, dua fullback pastilah M. Abduh Lestaluhu di kiri dan Benny Wahyudi di kanan. Dua bek jangkung, Fachruddin Aryanto dan Rudolof Yanto Basna, seolah dipatenkan oleh Riedl sebagai duet palang pintu. Tapi keduanya akan absen dalam laga kontra Vietnam akibat akumulasi kartu kuning. Sungguh disayangkan.

Tetapi mungkin ada blessing, hikmah, di balik ini. Absennya Fachruddin dan Yanto Basna memberi kesempatan bagi Gunawan Dwi Cahyo, Manahati Lestusen ataupun Hansamu Yama Pranata. Boleh jadi pasangan bek di jantung pertahanan Timnas adalah Gunawan-Manahati, namun mungkin pula Coach Riedl memilih Hansamu untuk mendampingi Gunawan.

Peran Gunawan nanti akan mirip Fachruddin. Bek tengah yang lebih cenderung menguasai kontrol atas wilayah pertahanan dari tengah ke kiri. Eks punggawa Tim Merah Putih pada SEA Games 2011 ini adalah pemain kidal, kaki kirinya sangat kuat. Namun, Gunawan juga punya kemampuan menyundul bola yang sangat bisa diandalkan untuk menjebol gawang Vietnam. Mirip Fachruddin. Dia punya insting gol yang tajam.

Sekarang, selain lebih matang, Gunawan juga lebih cerewet, dalam arti positif, dalam menjalin komunikasi dengan rekan-rekannya di benteng pertahanan. Rasanya, Gunawan akan mampu bekerjasama harmonis dan membangun saling pengertian tinggi baik dengan Hansamu atau, Manahati, bila pelatih lebih memilih opsi untuk mengamankan bola-bola bawah dan umpan lawan yang menusuk cepat. Untuk skema ini, agaknya Manahati memang lebih cocok.