Mencari Taktik dan Strategi Tepat Untuk Benam Vietnam

Meladeni Vietnam bukanlah pekerjaan enteng.

Tim dari negeri Paman Ho itu memiliki ciri permainan cepat, kompak, sangat gigih dan tak kenal takut. Secara teknis, Timnas pastilah tak kalah dari Vietnam. Berkaca pada dua pertandingan persahabatan antara Timnas dan Vietnam, beberapa pekan sebelum perhelatan Piala AFF, kita bisa analisis perimbangan antara kedua tim. Indonesia menahan imbang lawan, 2-2, di Solo, lalu sebulan kemudian, giliran tampil di kandang Vietnam, Timnas dipaksa menyerah 2-3.

Untuk level Asia Tenggara, Vietnam telah menjadi kekuatan yang sangat diperhitungkan. Kata banyak pemerhati bola Vietnam mulai memetik buah pembinaan sepakbolanya yang serius dan terukur. Bahkan, menurut mantan penyerang tengah andalan Indonesia, Ricky Yacob, kini Vietnam hanya sedikit di bawah Thailand.

“Vietnam sekarang mainnya rapi dan terorganisasi. Pemain-pemainnya berkarakter cepat dan yang sangat menonjol adalah kekompakan mereka”, kata Ricky Yacob, striker Timnas era 80-an hingga 90-an yang antara lain pernah dua kali turut membawa Indonesia meraih medali emas SEA Games termasuk Manila 1991 dimana saat itu Indonesia juga membekuk Vietnam.

Pemain Vietnam yang paling berbahaya dan perlu perhatian, bahkan pengawalan ketat, adalah striker Le Cong Vinh. Pemain ini tak sekedar penyerang andalan Vietnam, tapi dia juga berperan sebagai reference sekaligus lokomotif permainan timnya.

Tidak terlalu jangkung, tapi Cong Vinh kerap memenangkan duel bola atas, dan sering membuat bek-bek lawan kecolongan dengan sprint kejut yang menjadi satu lagi senjatanya. Dia pun pintar pula mencuri peluang, sekecil apapun itu. Memang, biasanya, Cong Vinh seolah-olah menghilang dari permainan, tapi dia tahu betul soon or later rekan-rekannya pasti memberikan bola ke arahnya. Perlukah ada pemain yang khusus dan fokus mengawal Le Cong Vinh? Kita pastikan tim pelatih telah memikirkannya.