Sopir Angkot Tewas Ditusuk di Cilincing, Pelaku Ditangkap Resmob PMJ
- calendar_month 55 menit yang lalu
- print Cetak

Kasus pembunuhan sopir angkot di Cilincing, Jakarta Utara, terungkap. Pelaku berinisial RM ditangkap polisi setelah menyerang korban dengan senjata tajam akibat perselisihan pribadi. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Polisi menangkap seorang pria berinisial RM yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap seorang sopir angkutan kota (angkot) di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.
Penangkapan dilakukan oleh tim Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob) Polda Metro Jaya setelah pelaku sempat melarikan diri usai kejadian.
Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi di Jalan Tipar Cakung, Cilincing. Detik-detik kejadian bahkan sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan video amatir warga yang berada di lokasi.
Dalam rekaman tersebut terlihat korban yang sedang mengemudikan angkot tiba-tiba dihentikan oleh pelaku. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius. Warga yang melihat kejadian itu sempat membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Polisi yang menerima laporan kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan. Tak lama setelah kejadian, tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya berhasil melacak keberadaan pelaku.
RM akhirnya ditangkap di tempat persembunyiannya di kawasan pergudangan Cakung, Cilincing, Jakarta Utara.
Saat hendak diamankan, pelaku sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Polisi pun mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak kaki pelaku untuk melumpuhkannya.
Dari hasil penyelidikan sementara, kasus pembunuhan ini dipicu konflik pribadi antara pelaku dan korban.
Kanit 3 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Fanni Athar Hidayat, menjelaskan bahwa persoalan bermula dari dugaan pemalakan yang dilakukan pelaku terhadap kekasih korban.
“Peristiwa ini bermula dari perselisihan pribadi. Dari hasil penyelidikan kami, tersangka RM memiliki masalah dengan kakak dari pacar korban yang sebelumnya dikutip uangnya oleh tersangka,” kata Fanni, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, pelaku sehari-hari berada di wilayah tersebut dan diduga kerap meminta uang kepada para sopir angkot yang beroperasi di lokasi itu.
“RM memang sehari-hari bekerja di wilayah situ dan mengutip uang dari para sopir angkot yang ada di wilayah tersebut,” kata dia.
Korban yang tidak terima kekasihnya dipalak kemudian berusaha menemui pelaku untuk menegur. Namun pertemuan tersebut justru berujung perkelahian yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.
Saat ini pelaku telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis terkait penganiayaan berat dan pembunuhan berencana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar