Saatnya Benahi Formasi dan Komposisi di Lapangan Tengah

Filipina yang tersengat semakin meningkatkan serangan, bahkan tak segan bermain keras. Para pemain Timnas berjibaku, tak ragu meladeni permainan keras tuan rumah. Tetapi, memasuki sepuluh menit terakhir, para pemain Timnas kembali kehilangan fokus.

Ini satu lagi masalah lama, sama seperti kelemahan dalam menghadapi setpiece lawan. Memasuki sepuluh menit terakhir, menit-menit rawan, pemain Timnas kembali melakukan pelanggaran yang tak perlu dan, lagi-lagi, sedikit di luar wilayah pertahanan sendiri. Gol penyeimbang Filipina lahir dari tendangan bebas yang dieksekusi oleh kapten tuan rumah Phil Younghusband. Imbang lagi, 2-2.

Penyebab utama dua gol Filipina itu sebenarnya berawal di lapangan tengah. Mungkin ini sepenuhnya merupakan strategi Alred Riedl, pelatih Timnas, atau semata-mata kelengahan para gelandang Garuda. Yang pasti, lapangan tengah sepenuhnya dikuasai the Azkals asuhan Coach Thomas Doleey.

Betul disana ada Evan Dimas dan Stefano Lilipaly. Tapi, Evan Dimas bukanlah tipe gelandang yang kuat dalam bertahan. Sebaliknya, sesuai dengan teknik, skill dan visi yang dimilikinya, Evan Dimas justru lebih cocok untuk diandalkan sebagai playmaker.

Sementara, Stefano Lilipaly, bukan pula tipe gelandang jangkar. Lilipaly bermain sangat bagus, namun untuk meng-cover pertahanan sebenarnya dia butuh bantuan dari pemain seperti Bayu Perdana yang baru diturunkan setelah Evan Dimas ditarik karena cedera.

In hindsight, kata orang Inggris, kalau Indonesia lebih tangguh di lapangan tengah mungkin saja Timnas bisa memenangkan partai lawan Filipina. Sebenarnya, jika kita cermati secara lebih jernih dan mendalam, permainan sepakbola modern dewasa ini mutlak memerlukan seorang pemain tangguh yang murni gelandang bertahan. Misalnya, Yaya Toure yang kembali fenomenal di Manchester City, atau Michael Carrick yang kehadirannya membuat Paul Pogba bebas menggalang serangan Manchester United. Untuk kasus Man U, setelah melewati sepuluh partai di Liga Primer barulah Jose Mourinho mengakui peran dan fungsi Michael Carrick sebagai gelandang bertahan.

Kembali ke persoalan barisan tengah Timnas. Saya kira, pelatih Alfred Riedl perlu memainkan Bayu Pradana, gelandang yang memiliki kapasitas bertahan hebat sekaligus mampu merusak permainan lawan. Pemain ini juga punya daya jelajah tinggi. Bila dipasangkan dengan Stefano Lilipaly, di sisi kanan lapangan tengah, Bayu Pradana akan mampu menutup banyak celah yang menganga sepanjang laga lawan Filipina.