Blitar,reportasenews.com – Ibarat sudah terjatuh, tertimpa tangga pula. inilah yang dialami Miswan, warga Desa Kerjen, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Laki-laki 75 tahun ini, terjatuh dari pohon nangka sekitar 7 tahun lalu, hingga mengalami kelumpuhan permanen. Ironisnya, istri yang dicintainya, Rupiati serta dua anak laki-lakinya, justru menelantarkanya begitu saja. Miswanpun dirawat seadanya oleh kedua adiknya yang sudah berusia lanjut, Tumini serta Katminah, di Kelurahan Kauman, Kecamatan Srengat.
Karena tidak mau merepotkan kedua adiknya, Miswan dengan sukarela meminta ditempatkan di sebuah gubug bekas kandang ayam berukuran 2×3 meter dengan kondisi reot, dan pengap di samping rumah tinggal kedua adiknya.
Menurut Katminah, selama ini Miswan hanya dirawat seadanya dan kadang dibantu oleh tetangga sekitarnya demi menyambung hidup. Katiman yang hanya berjualan rempeyek keliling, tidak mampu membiayai pengobatan kakaknya. Sementara, meski telah menghubungi anak serta istri Miswan, hanya jawabab sinis dan tidak peduli yang didapatnya.
“anak istrinya sudah tidak mau peduli, setiap diminta kesini mereka selalu jawab dengan sinis, bahkan tidak pernah sekalipun datang kemari,” terang Katminah dengan mata berkca-kaca kepada reportasenews.com di kelurahan Kauman, Selasa siang (28/2). Pantauan reportasenews.com dilokasi, gubug hunian Msiwan jauh dari kata layak huni.
Udara pengab serta bau tidak sedap menghinggapi siapaun yang masuk ke dalamnya. Hanya ada penerangan satu lampu, yang disalurkan oleh tetangga sekitar 10 meter dari gubug bekas kandang ayam ini. Sementara, lantai tanah dan tempat tidur kapuk lusuh menjadi teman Miswan yang tergolek tidak berdaya selama enam tahun ini.
Para tetangga juga menaruh perhatian sebisa mereka terhadap kondisi Miswan beserta keluarganya yang dibawah garis kemiskinan ini. Mereka terkadang memberi makan serta minuman jika memiliki kelebihan rejeki. Maryadi, tetangga miswan menuturkan, ia tidak tega melihat kondisi miswan ini.
“ya kita tidak tega, karena kondisinya memprihatinkan, kita juga sering memberinya makanan atau minuman demi menyambung hidup,”tutur Maryadi, kepada reportasenews.com. Kemiskinan serta penderitaan Miswan ini, seharusnya membuka mata pemerintah daerah untuk memberikan solusi. keluarga miskin ini berharap, Pemenerintah daerah peduli dan membantu mereka untuk meringankan beban penderitaan Miswan. (yn)

