Probolinggo, reportasenews.com – Busar (51), warga Desa Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, nekat menghabisi teman satu desanya bernama Toyib (52) dengan sebuah celurit, Senin (26/2) dinihari.
Pelaku Busar nekat membacok Toyib, hingga tewas karena berlatar belakang cemburu. Saat itu korban mendatangi rumah pelaku, yang diduga sudah janjian dengan istri pelaku. Sesampainya di rumah pelaku, istri pelaku membuka pintu dan korban mencium istri pelaku didepan matanya.
Spontan, Busar langsung kalap dan mengambil celurit di dapur rumahnya. Ia kemudian mengejar Toyib yang berusaha kabur namun berhasil dikejar Pelaku. Saat itu juga Busar mengayunkan celurit ke arah korban. Akibat sabetan itu, Toyib langsung tewas dengan sekitar 8 luka menganga di beberapa bagian tubuhnya. Korban mengalami luka pada bagian kepala, leher, punggung, pinggang, tangan, dan kaki.
Usai menghabisi korban, pelaku kabur ke rumah perangkat desa. untuk minta diantar ke Polsek Bantaran, untuk menyerahkan diri. Namun, karena masih ketakutan, akhirnya ia berdiam di rumah perangkat desa tersebut, hingga akhirnya berhasil dijemput oleh anggota Satreskrim Polres Probolinggo.
“Ya saya bacok dia, dan saya tidak merencanakan pembunuhanini. Begitu melihat istri dicium saya tak terima dan langsung naik pitam.,”Kata Busar, yang mengaku tak menyesali perbuatannya, di hadapan Polisi dan wartawan.
Kapolres Probolinggo, AKBP Fadly Samad membenarkan peristiwa tersebut. Mantan Kapolres Tuban ini menyebut, pihaknya sudah mengamankan pelaku, berikut barang bukti. Yakni sebilah celurit, baju yang dipakai pelaku untuk menghabisi korban, sebuah motor bebek nopol N4726PD, serta beberapa helai daun dengan cipratan darah korban.
Sejauh ini, Fadly menyebut, pemicu peristiwa berdarah ini adalah karena asmara. “untuk saat ini, pelaku kami jerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,”tandas Kapolres.(dic)

