Terima Delegasi Rusia-Indonesia, Bamsoet Dorong Peningkatan Ekspor Kopi Gayo dan Mandailing ke Rusia
- account_circle Didik
- calendar_month 23 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Reportasenews – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendorong peningkatan ekspor kopi Gayo dan Mandailing ke pasar Rusia. Hal tersebut disampaikannya saat menerima Delegasi Rusia-Indonesia untuk coffee market Rusia di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Menurut Bamsoet, peluang ekspor kopi Indonesia ke Rusia semakin prospektif seiring pergeseran peta perdagangan global dan meningkatnya konsumsi kopi di kawasan Eurasia. Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia menunjukkan tren peningkatan impor kopi dari negara-negara Asia, termasuk Indonesia.
“Rusia adalah pasar besar dengan lebih dari 140 juta penduduk dan tingkat konsumsi kopi yang terus meningkat, terutama di kota-kota seperti Moskow dan St. Petersburg. Dalam dua tahun terakhir, permintaan terhadap kopi meningkat signifikan. Ini peluang emas bagi kopi Gayo dan Mandailing yang memiliki karakter rasa kuat dan unik,” ujar Bamsoet.
Data perdagangan 2025 mencatat ekspor kopi Indonesia secara keseluruhan menembus lebih dari US$1 miliar dengan volume mencapai ratusan ribu ton. Rusia kini masuk dalam daftar pasar dengan pertumbuhan tercepat di luar Amerika Serikat dan Uni Eropa.Dalam pertemuan tersebut hadir antara lain Tatiana Diouba, Dmitri Situmeang, Ali Amra, Ahmad Sujai, Rifqi Aji, dan Taufiq R.
Bamsoet menjelaskan, kopi Gayo dari Aceh dan kopi Mandailing dari Sumatera Utara telah memiliki reputasi internasional. Kopi Gayo dikenal beraroma kuat dengan tingkat keasaman rendah, sementara kopi Mandailing memiliki karakter body tebal, keasaman rendah, serta cita rasa earthy dan herbal yang khas. Di pasar global, kedua varietas ini masuk dalam segmen premium dan dalam sejumlah lelang internasional harganya mampu menembus dua hingga tiga kali lipat dibanding kopi komersial.
“Kita punya kualitas kopi yang diakui dunia. Tantangannya sekarang adalah memastikan pasokan konsisten, menjaga standar mutu, serta memperkuat branding Indonesia di pasar Rusia. Importir Rusia mencari kepastian kualitas dan kontinuitas suplai. Di sinilah peran pemerintah dan asosiasi eksportir menjadi krusial untuk mendampingi petani dan UMKM,” jelasnya.
Bamsoet juga menekankan pentingnya memanfaatkan momentum kerja sama perdagangan Indonesia dengan negara-negara Eurasia. Perundingan dagang dengan Eurasian Economic Union (EAEU) dinilai membuka peluang tarif yang lebih kompetitif bagi produk Indonesia.
Di tengah dinamika geopolitik global dan perubahan arus perdagangan, Rusia disebut tengah melakukan diversifikasi sumber impor, termasuk komoditas pangan dan minuman. Indonesia dinilai berada pada posisi strategis untuk mengisi kebutuhan tersebut.
“Dalam konteks geopolitik saat ini, Rusia mencari mitra baru yang mampu menyediakan komoditas berkualitas secara stabil. Indonesia harus hadir sebagai mitra yang bisa dipercaya melalui diplomasi ekonomi yang agresif, misi dagang terpadu, serta promosi kopi Gayo dan Mandailing di berbagai pameran internasional di Moskow dan kota besar lainnya. Jangan sampai peluang ini direbut negara lain seperti Vietnam atau Brasil,” pungkas Bamsoet. (rn).
- Penulis: Didik


Saat ini belum ada komentar